Batu, Jatimlines.id – Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Saifudin Zuhri, S.H.I., menggelar sosialisasi bertajuk “Destinasi Menuju Inspirasi; Merawat Pesona, Menggerakkan Ekonomi Lokal” di Pusat Oleh-oleh Kendedes, Kota Batu, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi bersama masyarakat mengenai pengembangan sektor pariwisata yang mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian lokal.
Sosialisasi ini dihadiri Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Junrejo, Asaf, beserta jajaran pengurus PAC. Hadir pula dua narasumber, yakni Prasetyo Marhaen Purwo, S.H., dan Dr. A. Faidlal Rahman, S.E.Par., M.Sc., CHE., yang membahas strategi pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Saifudin Zuhri menegaskan bahwa pesatnya perkembangan Kota Batu sebagai kota wisata harus mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, masyarakat perlu didorong agar memiliki inspirasi untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang lahir dari sektor pariwisata.
“Yang kita dorong kepada masyarakat adalah agar memiliki inspirasi di tengah pesatnya perkembangan Kota Batu sebagai kota wisata, sehingga ada dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Ketika masyarakat mulai memiliki inspirasi, mereka bisa mengembangkan UMKM, membuka usaha, dan menciptakan berbagai peluang ekonomi baru,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa potensi wisata Kota Batu tidak hanya berada pada destinasi-destinasi besar yang selama ini menjadi tujuan utama wisatawan.
Wisata desa, wisata pertanian, maupun wisata berbasis ekologi dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sehingga mampu memperluas persebaran manfaat ekonomi.

Menurut Saifudin, keberadaan blueprint pengembangan pariwisata hingga tingkat desa akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing Kota Batu sekaligus mendorong wisatawan mengeksplorasi berbagai potensi lokal yang dimiliki setiap desa.
“Kami berharap wisatawan tidak hanya berkunjung ke objek wisata besar, tetapi juga menikmati wisata desa, wisata pertanian, maupun wisata ekologi. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, narasumber Dr. A. Faidlal Rahman menjelaskan bahwa destinasi wisata saat ini harus mampu memberikan pengalaman yang berkesan sehingga setiap pengunjung pulang dengan membawa inspirasi, bukan sekadar menikmati objek wisata.
Menurutnya, masyarakat memiliki posisi penting sebagai host yang menentukan kualitas pengalaman wisatawan. Keramahan, kebersihan lingkungan, keamanan, dan kenyamanan menjadi faktor yang membentuk citra positif sebuah destinasi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya inovasi yang berkelanjutan, terutama pada destinasi wisata buatan. Tanpa pembaruan yang konsisten, sebuah objek wisata akan sulit mempertahankan daya tariknya di tengah persaingan industri pariwisata yang semakin dinamis.

“Kualitas pelayanan juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Fasilitas pendukung, keamanan, kenyamanan, hingga pelayanan yang ramah akan menentukan kepuasan wisatawan. Ketika wisatawan memperoleh pengalaman yang baik, mereka tidak hanya ingin kembali, tetapi juga akan menceritakan pengalaman tersebut kepada orang lain,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Saifudin Zuhri berharap lahir kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga pesona Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan. Dengan pengelolaan yang inovatif dan melibatkan masyarakat secara aktif, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi penggerak utama ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis : Schaldy Maulidi Hidayat.
Editor : Akasa Putra.