Batu, Jatimlines. Id – Semarak peringatan “Hari Anak Nasional / HAN 2026” di Kota Batu memuncak dengan kegiatan jalan sehat dan senam bersama. Ribuan pelajar memadati pelataran, Balai Kota Among Tani, Sabtu (25/7/2026) pagi.
Acara bertajuk “Jambore HAN Kota Batu” ini diselenggarakan oleh “Komnas Perlindungan Anak Kota Batu” bersama instansi terkait. Kegiatan ini sukses menarik perhatian masyarakat luas.
Target 2026 Peserta Terlampaui
Ketua Pelaksana Jambore HAN yang juga Wakil Ketua Bidang Hukum Komnas Perlindungan Anak Kota Batu, Beauty Insani, S.H., mengungkapkan antusiasme peserta jauh melampaui target.
“Target awal kami disesuaikan dengan tahun pelaksanaan yaitu 2.026 peserta. Namun realitanya di lapangan melebihi target. Diperkirakan jumlah peserta mencapai lebih dari itu,” ujar Beauty di sela-sela acara.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI hingga SMP/MTs di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Batu. Selain itu, hadir pula perwakilan organisasi kemasyarakatan dan cabang dinas pendidikan.
Luncurkan Senam “Bocah SAE” untuk Kesehatan Mental
Daya tarik utama dalam puncak Jambore HAN kali ini adalah peluncuran Senam “Bocah SAE”. Senam ini diciptakan khusus oleh Komunitas Peduli Anak dengan aransemen musik karya, Yuli Efendi Mas’ud (YEM).
Beauty menjelaskan, Senam “Bocah SAE” tidak hanya bertujuan untuk kebugaran fisik, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan kesehatan mental anak di era digital.
“Di tengah gempuran teknologi, pengaruh media sosial, dan dinamika pergaulan saat ini, kita harus menumbuhkan kreativitas anak-anak. Kegiatan positif seperti olahraga dan seni ini penting agar waktu mereka tidak terbuang sia-sia untuk bermain gadget atau hal-hal yang banyak mudaratnya,” tegasnya.

Langkah ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap karya anak-anak sekaligus ikhtiar menyiapkan Generasi Emas 2045.
Peluang Diterapkan di Sekolah
Mengenai kemungkinan Senam “Bocah SAE” dijadikan senam wajib di sekolah-sekolah se-Kota Batu, Beauty menyampaikan hal tersebut masih memerlukan proses dan kajian lebih lanjut.
“Senam ini kita hadirkan sebagai terobosan dan momentum dalam Puncak Jambore HAN. Untuk penerapannya secara formal di sekolah tentu perlu evaluasi dan standar khusus. Namun kami berharap ini menjadi langkah awal yang baik agar nantinya bisa disempurnakan dan diterapkan di lingkungan sekolah,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan pembagian berbagai, doorprize menarik yang menambah keceriaan para peserta, khususnya anak-anak Kota Batu.
Penulis: Akasa Putra.
Editor: Akasa Putra.