BERITA

Target 1000 Guru! PGRI Kota Batu “PGRI Power” Cetak Guru Melek AI dan Koding Gratis tiga tahun.

jatimlines1 · · Diterbitkan 23:19 · 4 menit membaca
Foto: Ketua PGRI Kota Batu, Budi Prasetyo SPd, Sekretaris PGRI Kota Batu, Muis SPd, dan Kabid Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan Kota Batu Cahyawisesa Sri Rama Atmadja, S.T. dan pengurus PGRI Kota.
Ukuran Teks:

Batu, Jatimlines.id – PGRI Kota Batu bergerak cepat. Menjawab tantangan era digital, organisasi profesi guru ini meluncurkan “PGRI Power”. Program pelatihan, AI dan Koding untuk guru, Selasa (11/8/2026).

    Targetnya jelas dan menohok, 1000 guru Kota Batu mahir dalam 3 tahun.

    Program ini adalah tindak lanjut program mandatory Pengurus Besar PGRI, yang mencanangkan “1 Juta Guru Mahir AI dan Koding” secara nasional.

    Pelatihan perdana digelar di Al-Hikma, 11-12 Agustus 2026. Hari pertama untuk guru, Kecamatan Bumiaji dan Junrejo. Hari kedua khusus, Kecamatan Batu yang jumlah gurunya dua kali lipat.

    Foto: Prosesi kegiatan PGRI Power, program pelatihan, AI dan Koding, masif untuk guru.

    Gratis, 3 Tahun, Fokus Kualitas

    Ketua PGRI Kota Batu, Budi Prasetyo, S.Pd., mengatakan program ini 100% gratis. Tidak membebani peserta. Dana berasal dari patungan pengurus cabang dan pengurus kota.

    “Latihan ini akan kita laksanakan 3 tahun berturut-turut. Target kita seribu guru di Kota Batu mahir AI dan koding. Tahun pertama ini kita mulai 350 guru dulu,” ujar Budi.

    Pemilihan Al-Hikma sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Fasilitasnya representatif dan manajemen menyambut baik.

    Bagi Budi, tujuan utamanya satu: menaikkan kompetensi guru di bidang teknologi informasi. Sekaligus mendukung Dinas Pendidikan Kota Batu, dan program “Pembelajaran Mendalam”.

    “Dengan pemanfaatan IT melalui coding dan AI ini, harapannya teman-teman bisa mengaplikasikannya di kelas. Sehingga kualitas pembelajaran semakin berkualitas dan baik,”jelasnya.

    Ia menekankan, pembelajaran mendalam adalah pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual sesuai kebutuhan anak.

    Foto: Pose bersama, sebelum acara dimulai.

    “Kami hanya memancing. Memberikan semangat agar teman-teman melanjutkan pemanfaatan IT ini. PGRI terbuka untuk semua guru, bukan hanya anggota,” tegasnya.

    Materi pelatihan disampaikan langsung oleh guru-guru Kota Batu, yang sebelumnya sudah dilatih ditingkat provinsi.

    Fokus ke Aplikasi di Kelas

    Budi berharap setelah mahir, guru bisa langsung praktik di kelas.

    “Endingnya jelas. Guru-guru Kota Batu menjadi guru yang mahir memanfaatkan IT dalam pembelajaran. Mudah-mudahan program ini berlanjut,” jelasnya

    Dengan “PGRI Power”, PGRI Kota Batu ingin memastikan guru tidak tertinggal. Karena di era AI, guru yang melek teknologi akan melahirkan generasi yang siap bersaing.

    Di era digital, guru tidak boleh hanya jadi penonton. PGRI Power adalah jawabannya.

    Hal itu diakui, Ketua Panitia PGRI Power, Susianto, S.Pd. Semangatnya besar. Tapi kendala teknis menghadang.

    “Kami merasa kurang maksimal terkait kendala pemakaian Wi-Fi. Di sini sinyalnya lemah. Banyak teman yang belum bisa maksimal,”ujarnya.

    Ganti Kartu, Tetap Tersendat

    Masalah tidak hanya di Wi-Fi. Peserta juga mengalami gangguan saat menggunakan data pribadi.

    Susianto menyebut ada perbedaan kualitas antar operator. Awalnya peserta pakai berbagai kartu. Setelah dicoba, jaringan Simpati paling stabil. Akhirnya kegiatan ditopang dengan tethering.

    “Alhamdulillah bisa kita atasi. Tapi tidak menyeluruh. Masih ada teman-teman yang kesulitan. Semuanya pakai jaringan pribadi. Kalau kuota habis ya harus beli,” jelasnya.

    Untuk hari kedua, 12 Agustus 2026, panitia berjanji berkoordinasi dengan pihak Al-Hikma agar Wi-Fi dimaksimalkan. Tujuannya agar kendala yang sama tidak terulang.

    Tetap Optimis Capai Target 1000 Guru

    Meski tersendat, panitia tetap optimis. Target besar 1000 guru Kota Batu mahir AI dan Koding dalam 3 tahun harus tercapai.

    Tahun ini ditargetkan, 350 guru dari Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo. Satu sekolah ditargetkan mengirim 2 guru.

    “Harapan kami, hasil pelatihan ini berdampak di kelas. Tujuan 1 juta guru mahir coding dan AI dalam 3 tahun bisa terlaksana. Kami mohon dukungan dan arahan dari pengurus PGRI Kota Batu,” jelas Susianto.

    Karena guru melek teknologi, adalah kunci agar pendidikan di Kota Batu tidak tertinggal.

    Sementara itu, pernyataan itu disampaikan, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Batu, Cahyawisesa Sri Rama Atmadja, S.T., saat pembukaan pelatihan, 11 Agustus 2026.

    Dinas Pendidikan Kota Batu pasang badan. Program “PGRI Power” yang menargetkan 1 juta guru mahir AI dan Koding mendapat dukungan penuh.

    “PGRI adalah mitra strategis pemerintah Kota Batu, dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas SDM,” tegasnya.

    Peringatan Keras: Jangan Kalah dari Murid

    Cahyawisesa mengingatkan, zaman sudah berubah. Era digital saat ini dipenuhi *Artificial Intelligence, Internet of Things, dan Big Data.

    Masalahnya, peserta didik sudah lebih dulu familiar dengan teknologi itu.

    “Peserta didik kita sejak dini sudah familiar dengan hal ini. Maka dari itu jangan sampai sebagai guru kita kalah dengan peserta didik. Ini butuh tenaga ekstra dari para guru,”ujarnya menohok.

    Dorong Guru Jadi Inspirator Digital

    Menurutnya, pelatihan AI dan Koding tidak boleh berhenti di kelas. Guru harus terus belajar mandiri lewat materi online yang tersedia luas.

    “Kami berharap kualitas peserta meningkat. Pembelajaran tidak berhenti di pelatihan ini saja. Tingkatkan skill secara mandiri,”katanya.

    Disdik juga mendorong guru untuk lebih kolaboratif dan inovatif. Tujuannya satu: mempersiapkan generasi menuju ” Indonesia Emas 2045″.

    “Kami harapkan para guru menjadi guru inspiratif dan inovatif dalam membimbing peserta didik,” bebernya.

    Selama ini, Disdik Kota Batu memang rutin berkomunikasi dengan PGRI untuk merumuskan kebijakan pendidikan. Dengan “PGRI Power”, sinergi itu makin kuat.

    Karena mutu pendidikan ditentukan oleh kualitas gurunya. Dan guru masa depan adalah guru yang melek teknologi.

    Penulis : Akasa Putra

    Editor : Akasa Putra.

    Tinggalkan komentar