ARTIKEL

Bumiaji: Ketika Alam, Tradisi, dan Budaya Menjadi Kekuatan Masyarakat

Schaldy Maulidi Hidayat · · Diperbarui 15:54 · 3 menit membaca
Puncak Brakseng yang Indah di Wilayah Bumiaji
Ukuran Teks:

Kecamatan Bumiaji merupakan salah satu dari tiga kecamatan yang berada di wilayah Kota Batu, Jawa Timur. Berada di kawasan dataran tinggi dengan bentang alam yang indah, Bumiaji dikelilingi oleh Gunung Arjuno di sebelah timur dan Gunung Anjasmoro di sebelah barat. Kondisi geografis tersebut menjadikan Bumiaji memiliki udara yang sejuk, tanah yang subur, serta panorama alam yang menjadi salah satu kekuatan utama wilayah ini.

Secara historis, wilayah Batu, termasuk Bumiaji, telah berkembang sebagai kawasan yang menarik perhatian sejak masa kolonial Belanda. Udara yang sejuk dan pemandangan alam yang indah menjadikan Batu sebagai salah satu tujuan wisata pada masa tersebut. Salah satu kawasan yang berkembang adalah Selecta. Pemandian Selecta atau Zwembad Selecta bersama Hotel Selecta dibangun sekitar tahun 1928 dan hingga kini menjadi bagian dari kawasan wisata Kecamatan Bumiaji.

Kawasan Selecta juga memiliki catatan sejarah tersendiri. Pada tahun 1942, Soekarno pernah singgah di Vila De Brandarice, yang kini dikenal sebagai Vila Bima Shakti, di kawasan wisata Selecta. Di tempat tersebut, Soekarno disebut merenungkan berbagai gagasan perjuangan pada masa itu.

Seiring perkembangan zaman, potensi alam dan sejarah tersebut kemudian berkembang menjadi kekuatan pariwisata Bumiaji. Berbagai destinasi wisata hadir dan menjadi daya tarik bagi wisatawan, di antaranya Taman Rekreasi Selecta, Mikutopia, Coban Talun, Batu Love Garden, hingga Kebun Brakseng. Keberadaan destinasi-destinasi tersebut tidak terlepas dari kekayaan alam Bumiaji yang menawarkan perpaduan antara pegunungan, perkebunan, dan panorama pedesaan.

Di sisi lain, kehidupan masyarakat Bumiaji juga tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan. Sebagai wilayah dataran tinggi dengan kondisi tanah yang mendukung, berbagai komoditas pertanian dibudidayakan oleh masyarakat, mulai dari stroberi, apel, sayuran, hingga beragam jenis bunga. Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga membentuk karakter dan identitas Bumiaji sebagai kawasan agrikultur di Kota Batu.

Tidak hanya kaya akan alam dan hasil pertanian, Kecamatan Bumiaji juga memiliki kekayaan tradisi, adat, seni, dan budaya yang terus dilestarikan oleh masyarakat di sembilan desa. Beragam warisan budaya, mulai dari tradisi adat, kesenian, ritual, hingga kearifan lokal, menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Bumiaji yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Di tengah perkembangan zaman, upaya menjaga kekayaan budaya tersebut terus diperkuat melalui kolaborasi antara masyarakat, pelaku seni dan budaya, serta pemerintah kecamatan. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kehadiran Lembaga Adat, Budaya, dan Seni Bumiaji (Labuni Bumiaji), yang diharapkan menjadi wadah untuk mempererat sinergi, menjaga keberlangsungan tradisi, serta mengembangkan seni dan budaya lokal agar tetap hidup dan relevan bagi generasi muda.

Kini, di bawah kepemimpinan Camat Bumiaji Thomas Maydo, S.Sos., berbagai potensi tersebut terus didorong untuk berkembang secara beriringan. Alam, pertanian, pariwisata, sejarah, serta adat dan budaya menjadi kekuatan yang saling melengkapi dalam membangun identitas Kecamatan Bumiaji sebagai wilayah yang kaya akan potensi sekaligus memiliki masyarakat yang kuat dalam menjaga warisan leluhurnya.

Dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Thomas Maydo, S.Sos., selaku Camat Bumiaji, turut mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta bersama-sama merawat kekayaan alam, budaya, dan potensi lokal demi mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.

Merdeka!

Penulis : Schaldy Maulidi Hidayat.

Tinggalkan komentar