Batu, Jatimlines.id – Sejak Juli 2026, SMP Negeri 07 (Senjuberlaju) Kota Batu, resmi menerapkan sistem “Moving Class”.
Bukan lagi guru yang keliling, tapi murid yang harus berpindah kelas sesuai mata pelajaran.
Langkah ini diambil untuk memutus rutinitas belajar di satu ruangan dan menumbuhkan karakter baru bagi siswa.

4 Kelas Khusus, 1 Tujuan Karakter Kuat
Dalam sistem ini, SMP Negeri 07 (Senjuberlaju), membagi 4 ruang kelas khusus sesuai bidang ilmu:
- Kelas Narasi – Khusus mata pelajaran Bahasa.
- Kelas Pendidikan Pancasila – Khusus PPKn.
- Kelas Seni – Khusus Seni Budaya.
- Kelas IPA – Khusus Ilmu Pengetahuan Alam.
Artinya, ketika jadwal Bahasa, semua siswa wajib ke Kelas Narasi. Saat Seni Budaya, pindah ke Kelas Seni.
“Tujuannya jelas. Melatih kedisiplinan murid, meningkatkan karakter tanggung jawab yang tinggi, dan mengembangkan kreativitas siswa,” ujar Kepala SMPN 07 Batu, Yayuk Sari Astutik, M.Pd.
Menurut Yayuk, sistem ini juga untuk memberikan pelayanan belajar yang nyaman.
“Kami ingin suasana belajar menjadi gembira dan bahagia. Anak tidak bosan karena lingkungannya berubah sesuai pelajarannya,” tegasnya.
Tidak Hanya Cerdas, Tapi Berkarakter
Moving class bukan satu-satunya gebrakan. SMP 07 Senjuberlaju juga menguatkan program, Moderasi Beragama.
Di sekolah ini, semua siswa diberi ruang untuk melaksanakan ibadah sesuai agama masing-masing.
“Artinya semua murid bisa melaksanakan ibadah sesuai agama masing-masing di sekolah. Ini sekaligus melatih mereka untuk bertoleransi antar umat beragama,” jelas Yayuk.
Program ini sengaja digulirkan agar siswa tidak hanya pintar akademik, tapi juga punya empati dan menghargai perbedaan.
Belajar Harus Bergerak
Bagi SMP 07, kelas bukan sekadar ruangan. Kelas adalah ekosistem belajar.
Dengan berpindah, siswa dituntut tepat waktu, membawa perlengkapan, dan beradaptasi. Tiga hal itu adalah pondasi disiplin.
Moving class juga memaksa guru untuk membuat kelasnya semenarik mungkin. Karena jika kelasnya membosankan, siswa tidak akan “betah” datang.
“Kami ingin menciptakan sekolah yang tidak hanya mengejar nilai, tapi juga membentuk manusia yang bertanggung jawab, kreatif, dan toleran,”pungkas Yayuk.
Sejak diterapkan 2 bulan lalu, respon siswa dan orang tua terbilang positif. Murid – murid mengaku lebih semangat datang ke sekolah.
Karena di SMP 07 (Senjuberlaju), belajar memang harus bergerak.
Penulis : Akasa Putra.
Editor : Akasa Putra.