Batu, Jatimlines.id – SD Negeri Punten 01, Kec Bumiaji, Kota Batu ini, telah berhasil menjadikan inovasi sebagai budaya kerja. Tentunya sekolah ini telah melahirkan sedikitnya 11 inovasi di bidang pembelajaran, literasi, pendidikan karakter, kesehatan, lingkungan, kewirausahaan, hingga mitigasi bencana, Sabtu (18/7/2026).
Inovasi – inovasi tersebut bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan solusi nyata atas persoalan di sekolah. Mulai dari rendahnya minat belajar siswa, kepedulian terhadap lingkungan, pembelajaran berbasis potensi lokal, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana, semuanya dijawab melalui kreativitas para guru.
Di bawah kepemimpinan, Kepala SDN Punten 01, Lilis Iswanti, S.Pd., maka SDN Punten 01 membangun ekosistem yang memberi ruang bagi setiap guru untuk berkarya. Dari budaya tersebut lahir berbagai inovasi yang memperkuat identitas sekolah.

Inovasi Lahir dari Kolaborasi Guru
Tonggak budaya inovasi diawali oleh Dyah Pratiwi, M.Pd. melalui “OPPA”. Inovasi ini menghadirkan pembelajaran aktif dan menyenangkan sehingga peserta didik tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung.
Keberhasilan itu dilanjutkan dengan “Baju BALMI” . Media pembelajaran kreatif ini mampu mengubah konsep abstrak menjadi pengalaman belajar yang konkret dan mudah dipahami siswa.
Semangat kolaborasi semakin menguat melalui “VEGA” yang digagas Lilis Iswanti, S.Pd. bersama Dyah Pratiwi, M.Pd. Inovasi ini menjadi simbol sinergi kepala sekolah dan guru dalam menghadirkan pembelajaran adaptif sesuai kebutuhan peserta didik.

Budaya tersebut kemudian menginspirasi guru lain. Qori’atul Aziza, M.Pd. menghadirkan “Garuda Literasi” untuk membuat pembelajaran Pendidikan Pancasila lebih interaktif. Hasilnya, nilai siswa meningkat dan karakter gotong royong, toleransi, serta cinta tanah air ikut tumbuh.
Qori’atul juga melahirkan “OTE-OTE” atau One Teacher One Tree. Program ini mengajak setiap guru menanam dan merawat pohon sebagai teladan menjaga lingkungan. Program itu diperkuat dengan “Jahetenji” atau Jahe Instan Punten Siji yang mengintegrasikan sains, kewirausahaan, dan potensi lokal melalui pengolahan jahe menjadi produk ekonomi.
Sementara itu, Nur Suhartanti, S.Pd. menghadirkan empat inovasi. “TOPECA” atau Tokoh Pedia Card Games membuat pembelajaran sejarah lahirnya Pancasila lebih menarik lewat permainan kartu.
“HAS DASIH” atau Hand Sanitizer Daun Sirih mengajarkan siswa membuat hand sanitizer alami dari bahan lokal sekaligus menghemat anggaran.
“GERATUS” atau Gerakan Penganekaragaman Tumbuhan di Sekolah mengubah lingkungan sekolah menjadi laboratorium hidup dengan ratusan jenis tanaman.
Terakhir, “GEBER” atau Gerakan Espunsa Bersih berhasil menciptakan kantin bebas plastik. Program ini menekan produksi sampah plastik dari 1,748 ton per tahun menjadi nol kilogram.
Transformasi Digital dan Budaya Berkelanjutan
Transformasi digital diwujudkan melalui “PORTAL JTB” atau Jatim Tangguh Bencana. Gagasan Ernaz Siswanto ini memungkinkan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat mengakses pembelajaran mitigasi bencana secara digital melalui modul, video, simulasi, dan kuis interaktif.

Meski kini Ernaz bertugas sebagai kepala sekolah di tempat lain, inovasi tersebut tetap dikembangkan SDN Punten 01 sebagai program unggulan untuk membangun budaya sadar bencana.
Keseluruhan inovasi menunjukkan SDN Punten 01 tidak bergantung pada satu tokoh. Sekolah ini berhasil membangun budaya kolaborasi yang melahirkan banyak inovator.
“Keberhasilan sekolah bukan hanya diukur dari penghargaan, tetapi dari kemampuan seluruh warga sekolah untuk terus belajar, berinovasi, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutur guru senior ini, sembari tersenyum ramah, Lilis Iswanti, S.Pd.
Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, SDN Punten 01 Kota Batu membuktikan perubahan besar dapat dimulai dari ruang kelas. Ketika kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian dipadukan, lahirlah inovasi yang tidak hanya mengubah cara belajar siswa, tetapi juga menginspirasi pendidikan Indonesia.
Penulis : Akasa Putra.
Editor : Akasa Putra.