BERITA

KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Gelar Sosialisasi “Cerdas Finansial Sejak Dini” bagi Siswa SDN Kedungasri Kembangbahu

jatimlines1 · · Diterbitkan 15:33 · 3 menit membaca
Saat Sosialisasi Berlangsung
Ukuran Teks:

Lamongan, Jatimlines.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 06 Kedungasri Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar sosialisasi bertema “Cerdas Finansial Sejak Dini” bagi siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedungasri, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Kamis (23/7).

Kegiatan ini menyasar siswa kelas IV, V, dan VI dengan tujuan menumbuhkan pemahaman dasar mengenai uang, kebiasaan menabung, dan pengelolaan uang saku secara bijak. “Kegiatan ini bertepatan dengan Hari Anak Nasional, yang menjadi momentum luar biasa sebagai perayaan dan peringatan bahwa anak-anak merupakan individu yang patut dihargai, disayangi, dilindungi, dan diarahkan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujar Elang. Kegiatan ini digagas atas dasar semakin dekatnya anak-anak dengan transaksi keuangan digital, termasuk aktivitas bermain game online yang kerap melibatkan top up menggunakan uang saku. Tanpa pemahaman yang cukup, anak-anak berisiko terjebak dalam perilaku konsumtif sejak dini.

Kondisi tersebut mendorong perlunya edukasi keuangan yang dikemas sederhana dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar, mengingat pemahaman finansial yang baik sejak kecil akan membentuk kebiasaan positif hingga dewasa. Materi yang disampaikan secara interaktif, dipadukan dengan simulasi mengatur uang saku, permainan edukatif, serta sesi kuis dan tanya jawab, agar lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Mahasiswa mengenalkan konsep dasar mengenai fungsi uang, mulai dari membeli kebutuhan seperti makanan dan alat sekolah hingga menabung untuk masa depan. Materi dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pentingnya menabung beserta manfaatnya, seperti membantu siswa membeli barang yang diinginkan, mempersiapkan kebutuhan mendesak, serta melatih kesabaran dan mengurangi sikap boros.

Siswa juga diperkenalkan tips menabung yang menyenangkan, seperti menetapkan target, menabung secara bertahap namun rutin, menggunakan celengan yang menarik, serta mencatat perkembangan tabungan secara berkala. Selain itu, melalui simulasi dan permainan edukatif, siswa diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan dengan contoh-contoh sederhana dalam keseharian, seperti buku dan seragam sekolah sebagai kebutuhan, dibandingkan dengan mainan atau item permainan digital sebagai keinginan. Materi juga mencakup pengenalan bahaya bermain game dan top up berlebihan, mulai dari habisnya uang tabungan, berkurangnya waktu belajar, hingga menimbulkan kekhawatiran orang tua. Untuk itu, mahasiswa memberikan sejumlah tips bijak sebelum melakukan top up, seperti meminta izin orang tua, menentukan batasan jumlah, memikirkan keputusan dengan matang, dan mengutamakan menabung terlebih dahulu. Sebagai penutup materi, siswa diperkenalkan pada konsep pembagian uang saku menjadi tiga bagian, yakni untuk ditabung, jajan dan bermain, serta berbagi, agar pengelolaan uang saku menjadi lebih seimbang dan bijak.

Antusias : Saat audiens bertanya kepada pemateri.

Selama kegiatan berlangsung, siswa terpantau antusias mengikuti setiap sesi, terlihat dari aktifnya siswa menjawab pertanyaan maupun mengikuti simulasi dan permainan edukatif yang diberikan. Untuk mendorong partisipasi tersebut, mahasiswa KKN memberikan apresiasi berupa celengan kepada siswa yang aktif selama kegiatan, agar kebiasaan menabung dapat langsung dipraktikkan begitu kegiatan berakhir, sehingga materi yang diperoleh tidak berhenti pada pemahaman semata. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa KKN kelompok 06 Kedungasri UPN “Veteran” Jawa Timur selama masa penugasan di Kembangbahu.

Melalui pesan sederhana “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukti”, sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan finansial yang sehat sejak usia dini, sejalan dengan upaya penguatan pendidikan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Lamongan.

Penulis : salwa, paulina, taqi

Tinggalkan komentar