Terancam Kembali Jadi Guru! Puluhan KS di Batu Menunggu Diklat BCKS yang Tak Kunjung Ada
Batu, Jatimlines.id – Polemik penyiapan kader pimpinan sekolah di Kota Batu, kembali mencuat. Hingga hari ini, Dinas Pendidikan Kota Batu belum juga membuka pelatihan atau Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS). Kondisi ini membuat sejumlah kepala sekolah yang sudah menjabat 2 periode terancam kembali menjadi guru.
Keluhan itu disampaikan salah satu kepala sekolah di Kota Batu, Kamis (6/8/2026). Ia menyoroti adanya ketimpangan antara regulasi dan pelaksanaannya di lapangan.
Dampak Jika Diklat Terus Tertunda
Praktisi pendidikan menilai, keterlambatan diklat BCKS berdampak langsung pada regenerasi kepemimpinan sekolah.
- Kekosongan Kepemimpinan: Sekolah berpotensi mengalami kekosongan jika KS yang habis masa jabatan tidak bisa diperpanjang.
- Kualitas Kepemimpinan: KS yang menjabat tanpa pembekalan diklat dikhawatirkan belum siap secara manajerial, supervisi, dan kewirausahaan sekolah.
- Ketidakadilan: KS dari daerah lain justru bisa magang dan belajar di Batu, sementara guru potensial di Batu sendiri tidak mendapat kesempatan yang sama.
“Kenapa sampai dengan hari ini, di Kota Batu masih belum ada pelatihan atau diklat untuk BCKS? Padahal banyak kepala sekolah yang sudah 2 periode dan sesuai aturan harus kembali menjadi guru atau guru penggerak jika tidak mengikuti diklat,” ujarnya.

KS Baru Dilantik, Tapi Belum Punya “SIM KSPSTK” (Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan).
Sistem digital resmi ini dipakai oleh pemerintah daerah dan Kementerian untuk merencanakan, mengangkat, memutasi, hingga memberhentikan kepala sekolah.
Lebih memprihatinkan lagi, kata dia, ada kepala sekolah baru yang sudah resmi menerima Surat Keputusan (SK) pada beberapa bulan yang lalu, namun belum pernah mengikuti diklat BCKS.
“Kemarin ada KS yang baru, sudah menjabat dan mendapatkan SK baru. Sepertinya terbalik, seharusnya diklat dulu, baru dilantik,” kritiknya.
Ia mencontohkan kondisi di daerah lain seperti didaerah Blitar, dan sejumlah daerah di luar Kota Batu. Di sana, para BCKS sudah lebih dulu mengikuti pelatihan, bahkan ada yang magang di sekolah-sekolah di Kota Batu.
“Artinya, setelah menjabat jadi KS pun mereka tetap ikut pelatihan. Lah, kami di sini? Saya dan dua teman saya sudah 6 tahun menjabat. Kalau tidak ikut pelatihan BCKS, pilihannya hanya kembali jadi guru atau menjadi pengawas. Tapi pendaftarannya tidak dibuka-buka,” keluhnya.
Jawaban Plt. Kadisdik: “Semoga Tahun Ini Bisa”
Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Muhammad Nur Adim, A.P. menyatakan pihaknya memahami keresahan tersebut.
“Semoga tahun ini semuanya bisa ikut diklat KS,” jawabnya singkat.
Jawaban itu dinilai belum menjawab keresahan para kepala sekolah. Pasalnya, tanpa sertifikat diklat BCKS, seorang guru tidak bisa mengikuti seleksi dan pelantikan kepala sekolah sesuai regulasi dari Kemendikdasmen.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kota Batu belum merilis jadwal pasti pelaksanaan diklat BCKS tahun 2026. Para guru yang masuk dalam bursa calon kepala sekolah pun masih menunggu kepastian.
Penulis : Akasa Putra.
Editor : Akasa Putra.