BERITA

In Memoriam HM Sholeh: Pendekar Hukum Wong Cilik yang Berpulang dalam Ketulusan

jatimlines1 · · Diterbitkan 09:59 · 3 menit membaca
Foto: Ketua Presidium Peningkatan Status Kota Batu, Andrek Prana.
Ukuran Teks:

Batu , Jatimlines.id – Kabar duka menyelimuti jagat hukum dan masyarakat sipil pada pagi ini. HM Sholeh, sosok yang dikenal luas sebagai pembela orang kecil, telah berpulang ke rahmatullah.

    Berita itu pertama kali saya terima melalui kiriman Bapak Alex. Dengan nada lirih, beliau membenarkan: “Betul, beliau telah tiada,” Jumat (7/8/2026).

    Tak lama berselang, kabar duka itu mengalir deras di berbagai ruang percakapan. Di grup alumni Ikatan Mahasiswa Batu, di grup Pokja Peningkatan Status Kota Batu, hingga di grup para mantan wartawan Surabaya Post. Nama HM Sholeh ternyata telah menjangkau begitu banyak kalangan, melintasi sekat profesi dan kota.

    Saya mengenal almarhum sejak lama, mula-mula dari tayangan video dan cerita kawan-kawan. Beberapa kali saya berkesempatan bertemu langsung bersama Mas Yani di salah satu hotel di Batu. Saat itu almarhum hadir bersama istri dan putra-putrinya. Saya pun pernah berjumpa dengan Bapak Alex. Kesan yang tertinggal sederhana: bersahaja, tidak banyak bicara, namun tegas dan lugas.

    Membela yang Lemah dengan Tulus

    Di tengah hiruk pikuk praktik hukum yang kerap berjarak dari rakyat, almarhum memilih jalan berbeda. Melalui kanal NVNJ, ia menjadi penolong bagi ratusan, bahkan ribuan warga yang terjerat persoalan hukum. Banyak dari mereka adalah orang biasa, “wong cilik” yang selama ini kesulitan menjangkau keadilan.

    NVNJ bukan sekadar nama. Ia adalah gagasan besar HM Sholeh. Sebuah gerakan yang menempatkan kemanusiaan di atas formalitas, dan keberanian di atas ketakutan. Karena gagasan itulah, nama NVNJ kini dikenal luas di tanah air sebagai kelompok pembela keadilan bagi wong cilik.

    Rencana terakhir masih terekam jelas. Pada 30 Juli lalu, Bapak Alex telah menyiapkan rapat kerja NVNJ di Kusuma Agrowisata. Almarhum dijadwalkan sebagai pembicara utama. Namun sakit menghalangi. Acara itu pun ditunda, dan hari ini kita berhadapan dengan kenyataan yang jauh lebih berat.

    Warisan yang Harus Dilanjutkan

    HM Sholeh adalah salah satu “pendekar hukum” di negeri ini. Jejaknya sejajar dengan para pendahulu yang namanya harum dalam sejarah advokasi, seperti Yap Thiam Hien dan Adnan Buyung Nasution. Yang membedakan, almarhum memilih garis juang yang sangat membumi: tulus, tanpa pamrih, dan berpihak.

    Kini tugas itu berpindah ke pundak para kader NVNJ. Gagasan dan mimpi besar almarhum untuk menghadirkan keadilan yang merata wajib diteruskan. Yang paling penting adalah menjaga karakter NVNJ agar tetap menyatu dengan karakter pendirinya: berjuang untuk keadilan, bekerja dengan ketulusan.

    Selamat jalan, Bapak HM Sholeh.
    Semoga Allah menempatkan Bapak di tempat terbaik, husnul khatimah. Aamiin.
    Perjuangan Bapak tidak akan berhenti di pusara. Ia akan hidup dalam setiap perkara yang kita menangkan untuk rakyat kecil.

    Penulis: Andrek Prana.

    Kelompok Diskusi Kauman Sisir Batu.

    Tinggalkan komentar