Batu, Jatimlines.id – Sekitar 1.000 guru dari tiga kecamatan di Kota Batu mengikuti pelatihan coding dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk pembelajaran di Al Hikmah Boarding School Kota Batu, 11–12 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan PGRI Power, program yang diinisiasi oleh PB PGRI melalui PGRI Smart Learning & Character Center (PSLCC), untuk membangun ekosistem pendidik unggul di era digital dan kecerdasan buatan (AI). Program nasional ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya dalam penguasaan coding dan pemanfaatan AI sebagai media pembelajaran.
Ketua Panitia PGRI Power Kota Batu, Susianto, S.Pd., mengatakan pelatihan di Kota Batu diikuti guru dari Kecamatan Batu, Kecamatan Junrejo, dan Kecamatan Bumiaji.
Dari tiga kecamatan tersebut, tercatat sekitar 1.000 guru mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari. Para peserta mendapatkan pembekalan agar lebih adaptif dan mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin cepat di dunia pendidikan.
“Ini merupakan rangkaian acara PGRI Pusat yang diturunkan ke seluruh cabang PGRI di Indonesia. Agendanya adalah pelatihan kepada satu juta guru di seluruh Indonesia,” kata Susianto.

Menurutnya, salah satu fokus utama kegiatan adalah membekali guru agar tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara praktis dalam proses pembelajaran.
Para guru diperkenalkan dengan coding sekaligus pemanfaatan AI yang dapat digunakan untuk membantu membuat dan mengembangkan berbagai media pembelajaran.
Susianto berharap pelatihan tersebut dapat menghasilkan karya nyata dari para peserta. Salah satunya berupa media pembelajaran berbasis video yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar.
“Harapannya semua peserta dapat membuat media pembelajaran berupa video. Nantinya, hasil tersebut akan kami lombakan antarguru,” ujarnya.
Menurut Susianto, kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi tidak dapat dibentuk hanya melalui pelatihan yang berlangsung selama dua hari. Diperlukan pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan agar para guru benar-benar mampu menguasai teknologi yang dipelajari.
Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan dukungan PGRI, baik di tingkat cabang maupun pusat.
“Kami berharap mendapat dukungan dari cabang maupun pusat. Untuk membekali guru tentu tidak bisa dilakukan hanya dalam dua hari,” katanya.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat menjadi agenda berkelanjutan, bahkan dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Dengan demikian, kemampuan guru dalam menguasai coding dan AI dapat terus meningkat dan diterapkan secara optimal dalam pembelajaran.
“Semoga agenda seperti ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan dan setiap tahun ada kegiatan seperti ini, sehingga guru benar-benar mahir,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, PGRI Kota Batu mendorong para guru untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara kreatif dalam menciptakan media pembelajaran yang lebih menarik, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Penulis : Schaldy Maulidi Hidayat
Editor : Akasa Putra