Bulan Purnama di Bulan Ramadan: Fenomena Astronomi dan Maknanya
Ilustrasi Ramadhan (Generated by AI).

Indonesia, JATIMLINES.ID – Bulan purnama atau bulan penuh adalah salah satu fase bulan yang terjadi ketika bagian bulan yang menghadap Bumi sepenuhnya diterangi oleh sinar Matahari. Fenomena ini juga terjadi saat bulan Ramadan, tepatnya pada tanggal 14 atau 15 Ramadan, ketika bulan tampak bulat dan terang di langit malam.
Makna Bulan Purnama dalam Ramadan
Bagi umat Islam, bulan purnama di bulan Ramadan memiliki makna khusus. Salah satu peristiwa penting yang sering dikaitkan dengan fase ini adalah Nuzulul Quran, yaitu peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.

Meskipun tidak ada kesepakatan pasti mengenai tanggalnya, Nuzulul Quran umumnya diperingati pada malam 17 Ramadan. Peristiwa ini menandai awal mula penyampaian ajaran Islam melalui Al-Qur’an, yang kemudian menjadi pedoman hidup bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Selain itu, bulan purnama dalam Islam juga sering dikaitkan dengan keutamaan beribadah di malam hari, karena pada masa Rasulullah SAW, ibadah seperti salat malam dan zikir lebih sering dilakukan saat langit diterangi bulan purnama.
Fenomena Astronomi Bulan Purnama Ramadan
Secara astronomi, bulan purnama Ramadan terjadi sekitar dua minggu setelah hilal (bulan sabit pertama) yang menandai awal Ramadan. Fase ini merupakan bagian dari siklus sinodis bulan, yang berlangsung sekitar 29,5 hari.

Saat bulan purnama, pengaruh gravitasi bulan terhadap Bumi lebih besar, menyebabkan pasang surut air laut yang lebih tinggi dari biasanya. Fenomena ini juga sering dikaitkan dengan perubahan cuaca dan kondisi lingkungan lainnya.
Kesimpulan
Bulan purnama di bulan Ramadan bukan hanya fenomena astronomi biasa, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Islam. Selain menandakan pertengahan Ramadan, fase ini sering dikaitkan dengan peristiwa Nuzulul Quran serta dorongan untuk meningkatkan ibadah di bulan suci.
Dari sisi ilmiah, bulan purnama Ramadan terjadi akibat siklus alami bulan dan berpengaruh terhadap pasang surut air laut. Dengan memahami baik aspek spiritual maupun ilmiahnya, umat Islam dapat lebih menghayati kehadiran bulan purnama sebagai bagian dari tanda kebesaran Allah SWT.

Penulis: Nana
Editor: Red