Batu, Jatimlines.id – penonton menggema, di GOR Gajah Mada Sport Center. Di atas matras, seorang bocah kelas 6 berdiri tegak. Napasnya teratur. Matanya tajam.
Itulah “Fatihuddin Fawwaz”Murid SDN Songgokerto 02. Anak yang tiga hari ini membuat nama sekolahnya disebut-sebut. Minggu, 23 Agustus 2026, Fatihuddin Fawwaz, resmi mengukir prestasi. Ia meraih, juara 3 Kategori Usia Dini Tunggal Tangan Kosong Putra.
Pada Kejuaraan Pencak Silat Batu Student Champion Open Tournament Tahun 2026, Piala Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Sebuah piagam dengan nomor 526/L4/KB.06.03/2025, kini bertengger di tangannya. Ditandatangani langsung oleh Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, dan Ketua Umum IPSI Batu.

Bukan Sekadar Lomba, Ini Panggung Nasional
Turnamen ini bukan main-main. Digelar mulai 21-23 Agustus 2026, ajang ini memperebutkan “Piala Wali Kota Batu dan Piala Kementerian Kebudayaan RI”. Pesertanya? Ribuan. Dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga Mahasiswa se-Indonesia.
Fatihuddin Fawwaz, bertarung di kategori Usia Dini. Kategori yang penuh tekanan. Satu gerakan salah, mimpi buyar. Tapi ia tidak gentar. Dengan jurus-jurus tangan kosong, ia melangkah pasti. Hingga akhirnya berdiri di podium nomor 3.
Harumkan Nama SD Negeri Songgokerto 02
Bagi SD Negeri Songgokerto 02, ini kebanggaan luar biasa. Dari ruang kelas di Jl.Teratai, Kelurahan Songgokerto, Kec.Batu, Kota Batu ini, seorang anak membawa pulang nama harum. Bukan karena nilai rapor. Tapi karena keringat, disiplin, dan semangat pantang menyerah di sasana pencak silat.
“Ini bukti bahwa anak-anak kita bisa bersaing di level nasional. Kami bangga,” ujar Hanifa, ibu kandung Fatihuddin Fawwaz, Sabtu (22/8/2026), sore.

Lebih dari Piala dan Piagam
Batu Student Champion 2026 memang mewah. Total hadiah puluhan juta rupiah. Ada doorprize menarik. Bahkan ada, 10 voucher santunan untuk anak yatim piatu. Tapi bagi Fawwaz, yang paling berharga bukan itu.
Yang paling berharga adalah pengakuan. Bahwa kerja kerasnya selama ini terbayar. Bahwa nama Kota Batu, dan SD Negeri Songgokerto 02, kini disebut di panggung yang sama dengan Kementerian Kebudayaan RI.
Langkah Kecil, Mimpi Besar
Fatihuddin Fawwaz masih, kelas 6. Jalan ke depan masih panjang. Tapi dari GOR Gajah Mada hari ini, ia sudah mengirim pesan “Anak Kota Batu bisa. Anak SDN bisa. Asal mau berjuang. Selamat, Fawwaz. Kota Batu bangga padamu.
Penulis : Akasa Putra.
Editor : Akasa Putra.