Mahfud MD Buka Suara Soal Gaji DPR RI: Uang yang Diterima Bisa Capai Miliaran Rupiah per Bulan

JAKARTA – Isu gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang mencapai Rp100 juta per bulan kembali menjadi sorotan publik. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, ikut menanggapi polemik tersebut. Menurut data terbaru dari Seknas Fitra, rata-rata gaji anggota DPR pada tahun 2025 berpotensi mencapai Rp2,8 miliar per tahun atau lebih dari Rp230 juta per bulan.
Mahfud MD, yang pernah menjabat sebagai anggota DPR pada periode 2004-2009, menyebut angka tersebut bahkan dinilai kecil. “Menurut saya kalau cuma Rp230 juta per bulan, yang saya dengar justru miliaran per bulan,” ungkap Mahfud dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada Selasa, 26 Agustus 2025.
Gaji Pokok Kecil, Tunjangan dan Dana Tambahan Fantastis
Mahfud menjelaskan bahwa angka yang beredar di media sosial hanyalah bagian dari gaji rutin dan tunjangan bulanan. Di luar itu, banyak uang lain yang diterima anggota dewan. Ia merinci beberapa di antaranya berdasarkan pengalamannya:
- Dana Reses: Saat menjabat pada 2004, Mahfud menerima Rp42 juta setiap tiga bulan.
- Dana Kunjungan Konstituen: Anggota dewan juga menerima dana untuk mengunjungi konstituen.
- Tunjangan Undang-Undang: Mahfud mengaku mendapat uang Rp5 juta per kepala untuk setiap undang-undang yang dibahas.
Ia juga menyoroti adanya tunjangan untuk perjalanan dinas luar negeri. Menurutnya, setiap anggota pansus undang-undang berhak melakukan studi banding ke luar negeri. Mahfud menceritakan pengalamannya saat menolak tawaran studi banding untuk UU Pemilu 2008. Meski sudah berpindah jabatan sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi, ia tetap ditawari kunjungan kerja dengan honor yang besar. “Itu gede, Mas. Uang ke luar negeri itu dolar. Sudah dapat pesawat bisnis, hotel, uang sakunya gede juga,” ujarnya.
Nilai Tunjangan dan Pengakuan Kekayaan Mendadak
Mahfud juga membandingkan tunjangan sewa rumah yang saat ini mencapai Rp50 juta, jauh meningkat dari nominal yang ia terima pada tahun 2008 sebesar Rp12 juta per bulan. Menurutnya, kenaikan ini tidak sebanding dengan pergerakan kurs dolar terhadap rupiah.
Mantan Ketua MK ini juga membenarkan pernyataan artis Kris Dayanti yang sempat menyebut gaji DPR mencapai miliaran rupiah. Ia menilai pernyataan tersebut rasional dan menyayangkan bahwa saat itu Kris Dayanti dibungkam.
Mahfud MD bahkan mengaku terkejut saat harus melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) setelah pindah jabatan. “Loh, kok saya jadi kaya sekali? Saya kaget betul,” ungkapnya setelah melihat mutasi rekeningnya. Ia mengaku selama ini tidak pernah menghitung secara rinci uang yang masuk karena semuanya langsung disetor.
Mahfud MD pun menegaskan bahwa menjadi anggota DPR bisa membuat seseorang menjadi kaya raya. Ia mengkritik keras jika masih ada anggota dewan yang melakukan korupsi, karena pendapatan yang diterima sudah sangat besar. Mahfud menambahkan, anggota dewan sebetulnya bisa memangkas anggaran untuk alasan efisiensi, tetapi hal itu tidak dilakukan. (*)
Penulis: Fim