Pandawara Group Temui Presiden Prabowo, Bahas Gerakan Lingkungan
Pandawara Group Bersama Prabowo Subianto

Indonesia, JATIMLINES.ID – Presiden Prabowo Subianto mengundang Pandawara Group ke Istana Kepresidenan untuk berdiskusi mengenai upaya penanganan sampah di Indonesia melalui gerakan berskala besar pada Selasa, (11/3/2025).
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Fokus pada Kesadaran Kolektif

Meskipun belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai pendanaan, Pandawara Group menekankan bahwa kesadaran kolektif menjadi aspek yang lebih utama. Mereka berharap semua pihak dapat bersinergi dalam mengatasi masalah lingkungan secara berkelanjutan.
Selain itu, mereka juga menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, seperti perizinan pengangkutan sampah dari sungai serta dampak perubahan fungsi saluran air yang dapat memperparah risiko banjir.
Komitmen Memperluas Gerakan Secara Nasional
Dalam pertemuan tersebut, Pandawara Group menegaskan komitmennya untuk memperluas gerakan mereka ke tingkat nasional dengan melibatkan lebih banyak anak muda.

Selain itu, mereka ingin menginspirasi generasi muda agar lebih peduli terhadap kelestarian alam serta merencanakan kegiatan besar guna menangani persoalan sampah secara menyeluruh, dari hulu ke hilir.
“Gerakan ini didedikasikan sepenuhnya untuk Indonesia,” ujar salah satu anggota Pandawara Group. Mereka tidak hanya berfokus pada aksi pembersihan, tetapi juga ingin meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Pandawara Group dan Misinya untuk Lingkungan
Dilansir dari CNN Indonesia, Pandawara Group adalah sekelompok kreator konten muda berbasis isu lingkungan yang aktif melakukan aksi pembersihan sejak tahun 2022.

Dengan beranggotakan Ikhsan Destian, Gilang Rahma, Muhammad Rifqi, Rafly Pasya, dan Agung Permana, kelompok ini dikenal karena aksi-aksi heroiknya dalam membersihkan sungai, selokan, dan lahan yang dipenuhi sampah, sering kali tanpa dukungan pemerintah.
Ketika tiba di Istana Kepresidenan pada pukul 12.48 WIB, anggota Pandawara Group mengenakan pakaian serba hitam. Gilang Rahma, salah satu anggota, menegaskan bahwa isu utama yang dibahas dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo adalah masalah lingkungan dan sampah.
“Soal isu lingkungan, sampah lah. Specifically, membicarakan soal lingkungan sampah,” ungkap Gilang.
Kemudian, Gilang juga berharap pertemuan ini dapat menghasilkan sinergi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan inovasi demi kelestarian lingkungan di Indonesia.

“Semoga hasil pertemuan ini kita bisa lebih bersinergi dan bisa lebih membuat inovasi yang keren,” tambahnya.
Aksi Nyata Pandawara Group
Pandawara Group telah beberapa kali menarik perhatian publik melalui aksinya. Dalam salah satu kontennya, mereka pernah memperlihatkan pantai yang dipenuhi limbah garmen atau sisa kain, lalu memasang plang bertuliskan “Pantai Terkotor Nomor 4 di Indonesia” sebagai bentuk kritik sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk ikut serta dalam aksi bersih-bersih.
Gerakan mereka telah membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari aksi kecil yang konsisten. Dengan adanya perhatian dari pemerintah, diharapkan gerakan ini dapat berkembang lebih luas dan memberikan dampak yang lebih besar bagi lingkungan Indonesia.

Kesimpulan
Pertemuan antara Pandawara Group dan Presiden Prabowo Subianto menandai langkah awal menuju sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menangani persoalan lingkungan. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian alam.
Dengan komitmen untuk memperluas gerakan dan mengajak lebih banyak anak muda terlibat, Pandawara Group terus membuktikan bahwa aksi nyata di lapangan mampu memberikan perubahan positif bagi Indonesia.

Penulis: Nana
Editor: Red