SUB : Tanggap Bencana Tidak di Kelas ! SMP Diponegoro Junrejo Batu, Belajar Bersila Bersama. Akrab, Hangat, Siaga, ! SMP Diponegoro Tempa Murid Peduli Sesama Lewat BSAN Tema 8.
Batu, Jatimlines.id – Tidak ada kursi. Tidak ada meja. Jumat (4 /9/2026), di pelataran, SMP Diponegoro Junrejo, Kota Batu, dipenuhi karpet. Di atasnya duduk bersila, ratusan murid kelas VII, VIII, dan IX.
Artinya, mereka tidak sedang piknik. Mereka sedang belajar hal paling serius, bagaimana cara selamat saat bencana datang.

Ini adalah, Penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) Tema 8 :
“Tanggap Bencana, Peduli Sesama”
Belajar Sambil Lesehan, Eratkan Guru dan Murid. Pemandangan lesehan ini sengaja dipilih.
“Dengan duduk bersila di karpet, dapat menambah keakraban suasana antar murid juga guru,” ucap, Koordinator Kegiatan BSAN, SMP Diponegoro Batu, Fatwatim Mabruroh, S.Pd, sembari, begitu nuansa yang ingin dibangun.
Tidak ada sekat. Tidak ada jarak. Yang ada hanya lingkaran besar berisi murid-murid, yang siap mendengar.
Acara dimulai dengan pengenalan bencana alam. Apa saja jenisnya. Contoh nyata yang terjadi di Indonesia. Apa penyebabnya.
Lalu masuk materi inti, kesiapsiagaan. Murid dikenalkan, nomor-nomor penting darurat : 112, 119, BPBD. Dijelaskan juga, peran warga sekolah, saat keadaan darurat. Karena saat panik, semua orang harus tahu tugasnya.

Turun ke lapangan, audit kesiapan sekolah sendiri,
setelah teori, semua berdiri. Ratusan murid melakukan, observasi langsung, ke seluruh sudut sekolah. Mereka berubah jadi tim pemeriksa.
Targetnya jelas:
- Jalur Evakuasi : Apakah lancar dan tidak terhalang?
- Titik Kumpul : Sudah sesuai dan diketahui semua?
- APAR – Alat Pemadam Api Ringan : Ada dan bisa digunakan?
- Alat Keselamatan Lainnya : Lengkap atau sekadar formalitas?
Tujuannya satu, memastikan sekolah ini benar – benar siap, bukan hanya di atas kertas. Agar tidak tegang, kegiatan ditutup dengan, ice breaking, berupa, gerakan simulasi bencana.
Ada gerakan saat gempa, saat kebakaran. Serius tapi menyenangkan. Karena memori yang tertawa lebih mudah diingat.
Lahirkan Generasi 3S
Koordinator Kegiatan BSAN, SMP Diponegoro Batu, Fatwatim Mabruroh, S.Pd., menyampaikan harapan besar di balik kegiatan ini.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan murid tidak hanya memahami konsep kebencanaan, tetapi juga memiliki kesadaran, kepedulian, dan kesiapsiagaan untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain ketika menghadapi situasi bencana,” tegasnya.

Tiga kata itu yang ingin ditanam : Sadar. Peduli. Siap.
Pendidikan sejati adalah menyelamatkan. SMP Diponegoro Junrejo, ingin membuktikan satu hal. Pendidikan, tidak cukup hanya mengisi kepala dengan rumus. Pendidikan sejati adalah, membekali murid dengan kemampuan bertahan hidup.
“Di tengah Indonesia yang rawan bencana, pilihan SMP Diponegoro ini patut diacungi jempol. Karena sekolah yang hebat, bukan yang meluluskan paling banyak. Tapi sekolah yang muridnya paling siap, menghadapi dunia nyata. Dan hari ini, dari atas karpet di pelataran Junrejo, kesiapan itu mulai ditempa,” pungkasnya.
Penulis : Akasa Putra.
Editor : Akasa Putra.