BUKAN SAMPAH RUMAH TANGGA! Warga Buang Triplek dan Koral Sembarangan di Timur Pertigaan “BENDO” Kota Batu.
KESADARAN MINIM! Sisa Bongkaran di Jalan Petugas Kebersihan Batu Angkat Bicara.
Batu, Jatimlines.id – Bukan sampah plastik. Bukan sisa makanan. Yang ditemukan petugas kebersihan pagi itu adalah, sisa bongkaran rumah, yaitu triplek, kayu – kayu, koral dan material bangunan lainnya.
Lokasi, persisnya tepat di sebelah timur pertigaan “BENDO”, Jl. Raya Dieng, Kecamatan Batu, Kota Batu, Rabu, 2 September 2026, pagi.
Dan itu bukan ulah tikus. Itu ulah manusia.
Temuan di Lapangan, ada Unsur Kesengajaan, Koordinator Penyapu Jalan Kota Batu, Rudi Eko Prasetyo, yang kerap disapa” NGOWOS” ini menyayangkan kejadian itu. Ia menegaskan, tumpukan itu, bukan sampah rumah tangga.
“Itu adalah sampah pembersihan rumah, yaitu sisa material bangunan kayu, plastik, dan sisa-sisa material bangunan rumah. Selesai dikerjakan, memang ada unsur kesengajaan bagi para pembuang sampah tersebut,” tegas Rudi Eko Prasetyo.
Menurutnya, jelas sekali siapa pelakunya. Karena tidak mungkin triplek dan kayu sepanjang kurang lebih 1 mete, terbang sendiri ke pinggir jalan.

Kendati demikian, akar masalah, kesadaran masyarakat masih minim. Bagi Rudi Eko Prasetyo, ini bukan soal sampah. Ini soal mental.
“Artinya masyarakat masih kurang kesadaran. Kesadaran masyarakat itu sangat penting. Kekurangan kesadaran, menyebabkan seperti inilah. Contoh yang tidak baik dan kurang terpuji,”ujar Rudi Eko Prasetyo, dengan nada geram.
Ia menambahkan, membuang sampah material di jalan umum sama saja memindahkan masalah dari rumah sendiri ke fasilitas umum.
Jalan jadi kotor. Petugas jadi repot. Pengguna jalan terganggu. Dan citra Kota Batu, sebagai kota wisata ikut tercoreng.
Teguran Keras, jangan pindahkan masalah ke Jalan.
Rudi Eko Prasetyo, mengingatkan, sampah rumah tangga saja sudah ada jadwal, dan tempat pembuangannya. Apalagi sampah material bangunan.
Seharusnya, sisa bongkaran dikelola sendiri. Disewa truk. Dibuang ke tempat pembuangan akhir yang benar. Bukan dilempar ke bahu jalan lalu lepas tangan.
“Ini benar – benar bukan sampah rumah tangga. Tapi sampah bekas pembersihan rumah. Dan banyak kita temukan sisa bahan material bangunan, memang dengan unsur kesengajaan dibuang di pinggir jalan,” paparnya.
Kota Bersih Dimulai dari Kepala yang Bersih.
Pemerintah Kota Batu, sudah menyediakan fasilitas. Petugas sudah bekerja setiap hari. Tapi kalau kesadaran masyarakat masih di titik nol, maka Kota Batu, tidak akan pernah benar-benar bersih.
“Karena membersihkan jalan itu mudah. Yang sulit adalah membersihkan pikiran orang, yang merasa jalan adalah tempat sampah,” pungkasnya.
Penulis : Akasa Putra.
Editor : Akasa Putra.