Beranda / LINGKUNGAN / Khutbah Idul Adha di Masjid Al Kautsar Pasuruan: “Pencarian Ketuhanan dan Akal Sehat”

Khutbah Idul Adha di Masjid Al Kautsar Pasuruan: “Pencarian Ketuhanan dan Akal Sehat”

Pasuruan, Jatimline.id – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Kautsar Kota Pasuruan saat pelaksanaan Shalat Idul Adha. Bertindak sebagai khatib, Ustadz Muhammad Farihin, M.Pd.I., menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menggunakan akal sehat dalam mengenal Allah SWT dan memaknai ibadah qurban, 27 Mei 2026

Mengawali khutbahnya, Ustadz Farihin mengajak jamaah meneladani perjalanan spiritual Nabi Ibrahim AS. Beliau mengisahkan bagaimana Ibrahim mencari eksistensi Tuhan melalui pengamatan terhadap alam semesta, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Al-An’am ayat 76-79.

“Ketika malam tiba, Ibrahim melihat bintang dan berkata, ‘Inilah Tuhanku.’ Namun ketika bintang itu terbenam, ia menyadari bahwa Tuhan tidak mungkin hilang dan kembali muncul. Begitu pula saat melihat bulan dan matahari. Akhirnya Ibrahim berseru, ‘Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik’,” tuturnya di hadapan jamaah.

Dari kisah itu, Ustadz Farihin menegaskan bahwa Allah telah membekali manusia dengan akal sehat agar mampu membedakan kebenaran dan kebatilan. Akal sehat, katanya, adalah anugerah yang membuat manusia bisa berpikir, merenung, dan sampai pada keyakinan yang lurus.

“Jika manusia tetap melakukan kesalahan padahal ia tahu itu salah, maka saat itulah akal sehatnya hilang. Ia dikuasai hawa nafsu dan bisikan setan,” ujarnya tegas.

Untuk menjaga akal tetap jernih, Ustadz Farihin mengingatkan pentingnya zikir dan tafakkur. Ia mengutip Surah Ali ‘Imran ayat 190-191 yang menggambarkan orang-orang berakal sebagai mereka yang selalu mengingat Allah dalam segala keadaan dan merenungi penciptaan langit dan bumi.

“Mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka’,” kutipnya.

Qurban sebagai Sarana Kepedulian Sosial

Selain membahas aspek ketuhanan, khutbah juga menyoroti nilai sosial dari ibadah qurban. Menurut Ustadz Farihin, qurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan sarana untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Ibadah qurban mengajarkan kita untuk berbagi. Daging yang dibagikan adalah wujud nyata tolong-menolong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.

Di akhir khutbah, Ustadz Farihin mengajak jamaah memetik hikmah dari keluarga Nabi Ibrahim AS yang menjadi potret keluarga ideal. Ia menyebut keteguhan Ibrahim sebagai ayah dan pemimpin umat, keikhlasan Siti Hajar saat ditinggal di padang tandus Shafa dan Marwah, serta kesalehan dan kepatuhan Nabi Ismail AS.

Ia berpesan kepada para orang tua agar tidak pernah lelah mendoakan anak-anaknya agar menjadi generasi saleh. Doa Nabi Ibrahim dalam Surah As-Shaffat ayat 100 ia jadikan penutup nasihat:
“Rabbi hab lii minas shalihin”“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku anak yang termasuk orang-orang yang saleh.”

“Melalui Idul Adha ini, semoga lahir ‘Ibrahim-Ibrahim’ baru yang peduli pada masyarakat, ‘Siti Hajar’ yang salehah dan mendukung kebaikan suami, serta generasi ‘Ismail’ yang sabar dan berbakti,” pungkasnya.

Khutbah ditutup dengan doa bersama, diiringi harapan agar semangat pengorbanan dan kepedulian sosial terus hidup di tengah masyarakat Kota Pasuruan.

Penulis: Firnas Muttaqin

Editor: Akasa Putra

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *