Beranda / EKONOMI / Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan: Perjalanan dan Inspirasi dari Ikhsan Maksum

Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan: Perjalanan dan Inspirasi dari Ikhsan Maksum

Oleh: Eko Windarto

Dalam perjalanan kariernya, Ikhsan Maksum mengurai bagaimana pengalaman akademik dan realita dunia kerja memicu semangat kewirausahaan yang berdampak nyata. Dari seorang dosen PNS dengan penghasilan “segitu-gitu aja”, hingga mendirikan lembaga pelatihan perpajakan yang menjembatani kekosongan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi dunia industri. Kisah ini tidak hanya soal bisnis, tetapi soal membangun jembatan nyata antara ilmu dan praktik, serta bagaimana konsistensi dan visi dapat mengubah tantangan menjadi peluang emas.

Menemukan Kesenjangan antara Akademik dan Dunia Kerja

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa dunia akademik dan dunia kerja seringkali seolah terpisah oleh jurang tak terjembatani? Ikhsan Maksum, sosok yang menapaki jalur dosen PNS sejak 2011 hingga akhirnya melompat ke dunia kewirausahaan, memberikan jawaban sekaligus solusi dari problem ini.

Dari Dosen PNS Hingga Ide Kewirausahaan yang Menggelora

Saya mulai kuliah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada 2011, menyelesaikan studi sarjana hingga 2015. Kemudian perjalanan akademik saya berlanjut di UGM Yogyakarta hingga lulus pada akhir 2018, dan sejak 2019 saya kembali mengabdi di UIN. Namun, sebagai dosen PNS, terkadang bayaran pas-pasan dan rutinitas yang monoton memunculkan keresahan. Bukannya masalah finansial semata, namun kebosanan dalam pekerjaan yang itu-itu saja. Ini titik di mana saya bersama dua teman—satu dari manajemen, satu dari akuntansi, dan saya yang mendalami IT—berpikir, “Apa yang sebenarnya kurang dari ekosistem ini?”

Menemukan Peluang dalam Ketidakpastian: Lahirnya Rutin Akademi

Awalnya kami membangun software house bernama PT Dicipartner Studio. Kami menerima proyek aplikasi bernilai puluhan juta rupiah, tetapi sifat order yang sporadis membuat kami bertanya-tanya, “Bagaimana agar ada pemasukan yang lebih stabil, dari sesuatu yang lebih kecil tapi konsisten?” Di sinilah ide Rutin Akademi lahir.

Menjembatani Gap Kompetensi Mahasiswa dan Dunia Industri

Kami menyadari ada gap besar antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri, khususnya soal kompetensi perpajakan dan akuntansi. Dunia kerja menuntut lebih dari sekadar ijazah—sertifikat kompetensi tambahan adalah tiket emas yang masih sangat langka dimiliki oleh banyak mahasiswa maupun fresh graduate. Hal ini kami lihat tidak hanya sebagai masalah, tapi juga peluang yang harus dirangkul.

Perjuangan Mendirikan Lembaga Pelatihan yang Legal dan Kredibel

Sebagai langkah awal, kami membangun lembaga pelatihan nonformal yang legal dan kredibel. Proses pendirian pun bukan tanpa tantangan—dibutuhkan waktu 6 bulan dan biaya tidak sedikit untuk mengurus berbagai perizinan hingga notaris. Namun, visi kami jelas: memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan skill yang relevan dengan industri, khususnya dalam bidang perpajakan. Bagaimanapun, pajak adalah nadi utama hidupnya Indonesia, dan penguasaan perpajakan menjadi keterampilan krusial yang seharusnya dikuasai para lulusan agar mampu bersaing.

Rutin Akademi: Lebih dari Sekadar Bisnis, Sebuah Misi Sosial

Sekarang, di bawah naungan PT Dicipartner Studio, Rutin Akademi hadir sebagai lembaga pelatihan dan sertifikasi perpajakan yang telah bertahan dan berkembang sejak didirikan. Kami senantiasa menghadirkan program-program yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata di industri. Ini bukan sekadar bisnis, tapi sebuah misi sosial untuk menjembatani kesenjangan kompetensi.

Mengapa Usaha Ini Bertahan?
Jawaban dari Pasar yang Terus Berkembang

Kalau Anda bertanya, “Mengapa usaha ini bertahan?” Jawabannya sederhana: pasar untuk pelatihan seperti ini sangat besar dan akan terus ada. Dunia akademisi memang memerlukan skill praktis, karena ijazah saja tidak cukup. Dunia kerja butuh bukti konkrit bahwa lulusan mampu, dan sertifikat kompetensi dari pelatihan semacam ini adalah jawabannya.

Pelajaran Dari Perjalanan Ikhsan Maksum: Dari Kegelisahan Menuju Peluang

Kisah Ikhsan Maksum menggambarkan sebuah pelajaran penting bagi kita semua: terkadang, perjalanan wirausaha itu bermula dari kegelisahan dan kebutuhan khusus yang dihadapi sehari-hari. Dengan kombinasi ketekunan, kolaborasi lintas-disiplin ilmu, dan pemahaman mendalam mengenai pasar, peluang yang tampak sulit diatasi bisa berubah menjadi sumber penghidupan dan perubahan sosial yang berarti.

Inspirasi Untuk Memulai Wirausaha: Kenali Kebutuhan dan Isi Kekosongan

Bagi Anda yang sedang mencari inspirasi untuk memulai, ingatlah bahwa kewirausahaan bukan hanya soal modal besar atau ide spektakuler. Kadang, cukup dengan kejelian melihat apa yang kurang dan keberanian untuk mengisi kekosongan itu, Anda sudah memegang kunci menuju kesuksesan.

Penutup: Dunia Menunggu Inovasi Anda
Kalau kita bisa, mengapa tidak mencoba? Dunia menunggu inovasi Anda juga!

Batu, 12/6/2026

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *