BERITA

“Sekolah Bukan Tempat Takut” 78 KS dan Guru di Batu Komitmen Wujudkan Budaya Aman dan Nyaman

jatimlines1 · · Diterbitkan 17:37 · 3 menit membaca
Foto: Pose bersama, saat pembacaan deklarasi Aman, Nyaman secara bersamaan – sama.
Ukuran Teks:

Batu, Jatimlines.id – Sebanyak, 78 kepala sekolah SMP Negeri, Swasta, dan guru, se-Kota Batu berkumpul dalam satu tekad. Mereka mengikuti kegiatan “Diseminasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman” di Hotel Samara, Kota Batu, Kamis (6/8/2026).

    Bagi Dinas Pendidikan Kota Batu, aman dan nyaman bukan sekadar jargon di spanduk. Itu adalah fondasi utama untuk melahirkan generasi yang berprestasi dan berkarakter.

    “Anak Tidak Akan Belajar Jika Masih Takut”

    Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Muhammad Nur Adim, A.P., menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus steril dari rasa takut dan kekerasan.

    “Budaya sekolah yang aman dan nyaman bukan sekadar slogan, tetapi fondasi utama dalam membangun pendidikan yang berkualitas,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

    Ia menekankan, anak tidak akan bisa belajar secara optimal jika hatinya masih diliputi rasa cemas.

    “Anak-anak tidak akan mampu belajar secara optimal apabila mereka merasa takut, tertekan, mengalami perundungan, kekerasan, atau diskriminasi di lingkungan sekolah,” tegasnya.

    Karena itu, tanggung jawab menciptakan sekolah yang sehat tidak bisa dibebankan ke satu pihak.

    “Ini tanggung jawab kita bersama, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat – untuk memastikan setiap sekolah menjadi tempat yang aman, ramah, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik,” lanjutnya.

    5 Target Konkret yang Harus Dicapai Sekolah

    Melalui diseminasi ini, Dinas Pendidikan menargetkan seluruh satuan pendidikan di Kota Batu memiliki komitmen yang sama. Bukan hanya wacana, tetapi aksi nyata.

    Foto: Plt, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Muhammad Nur Adim,A.,P., saat kegiatan sedang berlangsung.

    “Harapannya, setiap sekolah tidak hanya mampu mencegah berbagai bentuk kekerasan, tetapi juga membangun karakter peserta didik yang saling menghormati, peduli, dan berempati,” kata Nur Adim.

    Ada 5 target utama yang dicanangkan:

    1. Implementasi Kebijakan: Seluruh sekolah menerapkan kebijakan dan praktik nyata Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
    2. Mekanisme Jelas: Memiliki SOP pencegahan dan penanganan kasus kekerasan yang jelas.
    3. Implementasi Pembiasaan karakter hebat :
      Mengoptimalkan peran Pokja BSAN di setiap sekolah.
    4. Libatkan Orang Tua: Meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pengawasan dan pendidikan karakter.
    5. Lingkungan Sehat: Menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, bebas dari perundungan, kekerasan, intoleransi, dan diskriminasi.

    Visi: Kota Batu Jadi Contoh Nasional

    Nur Adim optimistis, dengan kolaborasi semua pihak, Kota Batu bisa menjadi barometer pendidikan yang humanis.

    “Saya optimistis, dengan kolaborasi seluruh pihak, Kota Batu dapat menjadi contoh daerah yang berhasil mewujudkan ekosistem pendidikan yang benar-benar aman, nyaman, berkarakter, dan berorientasi pada tumbuh kembang peserta didik secara optimal,” tandasnya.

    Ia menutup dengan ajakan yang menggugah:

    “Mari kita jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang memberikan rasa aman, kebahagiaan, dan semangat bagi setiap anak untuk meraih cita-citanya.” pungkasnya.

    Penulis : Akasa Putra.

    Editor : Akasa Putra.

    Tinggalkan komentar