BERITA

Bertemu Plt Kadisdik Baru, PGRI Kota Batu Soroti Krisis Guru dan 8 Agenda Strategis Pendidikan.

jatimlines1 Diterbitkan 19:19 4 menit membaca
Foto: Keakraban; Tampak gayeng, kompak dan penuh keakraban, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, bersama rombongan PGRI Kota Batu
Ukuran Teks:
SUB : LPlt Kadisdik Batu ke PGRI: Mari Perkuat Sinergi, Sekolah Tidak Boleh Lumpuh

    Batu, Jatimlines.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Muhammad Nur Adim, A.P., M.AP, menerima kunjungan pengurus “PGRI Kota Batu” yang dipimpin, Ketua PGRI Budi Prasetyo, S.Pd, di kantor Bappeda Kota Batu, Selasa (18/8/2026) siang.

    Dalam pertemuan tersebut ada 3 agenda utama: perkenalan pengurus, pelaporan kegiatan yang akan dilaksanakan, dan diskusi persoalan kependidikan di Kota Batu.

    Foto: Kebersamaan ; Ketua PGRI Kota Batu, Budi Prasetyo S.Pd., pimpin rombongan Audiensi dengan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu.

    “Terima Kasih Atas Kunjungan PGRI”
    Membuka pertemuan, Plt Kadisdik menyampaikan apresiasinya.

    “Saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan pengurus PGRI Kota Batu. Kehadiran ini sangat penting bagi kami,” ujarnya.

    Bagi Muhammad Nur Adim, pertemuan di awal masa jabatannya, ini menjadi momentum penting.

    “Semoga selalu terjalin sinergi yang saling menguatkan antara Dinas Pendidikan dan PGRI. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri dalam memajukan pendidikan,” tegasnya.

    Diskusi Terfokus: Krisis Guru Jadi Sorotan

    Dalam diskusi, PGRI melaporkan beberapa rencana kegiatan. Mulai dari peringatan, HUT ke-81 PGRI dan HGN 2026, pencairan Bansos PGRI, hingga penggalangan bantuan PGRI Peduli NTT.

    Namun diskusi paling serius mengarah pada persoalan, kekurangan guru dan kepala sekolah.

    Menanggapi hal itu, Plt Kadisdik tidak menutup mata. Ia menyebut data internal menunjukkan, 50% yang purna tugas adalah GTK.

    “Kekurangan guru ini harus segera kita mapping. Sambil menunggu formasi, sekolah bisa menyiasati. Secara de jure sebagai tenaga kependidikan, tapi secara de facto mengajar. Ini langkah darurat agar proses belajar tidak terganggu. Artinya, tenaga honorer bisa difungsikan mengajar sambil menunggu formasi resmi. Untuk sementara ini memanfaatkan guru yang masih aktif, untuk merangkap,” tegasnya.

    Komitmen ; Pelatihan dan Lomba Inovasi

    Untuk regenerasi kepemimpinan, Disdik juga menyiapkan solusi.

    “Tahun 2026 ini Dinas Pendidikan akan mengadakan Diklat BCKS secara mandiri. Slot yang kita siapkan 30 orang. Kita butuh kepala sekolah yang siap dan berinovasi,”kata Muhammad Nur Adim.

    Ia juga mendorong agar lomba guru tidak sekadar seremonial.

    “Lombanya harus peningkatan inovasi dan kreativitas. Sebisa mungkin libatkan juga Kepala Sekolah dan Siswa. Tujuannya agar ada kompetisi sehat yang melahirkan ide-ide baru,” tambahnya.

    Terkait prestasi siswa, ia meminta fokus pada cabang yang punya daya saing.

    “Kita tingkatkan prestasi di olahraga, seni, dan akademik. Untuk olahraga pilih yang berpeluang bersaing di tingkat provinsi,” pesannya.

    Dengan Komitmen Sinergi

    Di akhir pertemuan, Plt Kadisdik kembali menekankan pentingnya kolaborasi.

    “Dinas Pendidikan mendukung penuh rencana PGRI, termasuk kegiatan Peduli NTT. Mari kita jaga komunikasi ini. Dengan sinergi, saya yakin persoalan pendidikan di Batu bisa kita hadapi bersama,”tandasnya.

    Sementara itu, Ketua PGRI Kota Batu, Budi Prasetyo S.Pd., menyambut baik. Ia memastikan PGRI akan terus bersinergi dengan Disdik demi memajukan pendidikan di Kota Batu, baik akademik maupun non-akademik.

    8 Poin yang Dibahas PGRI dan Disdik

    Selain krisis SDM, ada 7 isu strategis lain yang jadi catatan bersama:

    1. Pengisian Kekosongan :
      Jabatan di Dinas Pendidikan. Struktur harus segera lengkap agar roda organisasi berjalan
    2. Pelatihan BCKS :
      Disdik akan menggelar “Diklat Calon Kepala Sekolah” mandiri. Slot 2026, 30 orang. Ini untuk menyiapkan kader pemimpin sekolah baru.
    3. Pencairan Bansos PGRI 2026 :
      PGRI mendorong agar bantuan sosial untuk anggota segera cair.
    4. Penggalangan Bantuan PGRI Kota Batu Peduli NTT :
      Aksi kemanusiaan, Plt Kadisdik menyatakan mendukung penuh, rencana penggalangan ini.
    5. Rencana Pisah Kenal Kepala Dinas Pendidikan: Pergantian kepemimpinan harus berjalan tertib dan menghargai.
    6. Lomba Guru Berbasis Inovasi dan Kreativitas : Masukan Kadisdik, lomba jangan monoton. Harus memicu inovasi. Target, Kepala Sekolah dan Siswa juga dilibatkan.
    7. Peningkatan Prestasi Siswa :
      Fokus di olahraga, seni, dan akademik. Untuk olahraga, pilih cabang yang punya peluang tembus tingkat provinsi.

    Sinergi: Bukan Sekadar Bertemu

    Bagi PGRI, pertemuan ini adalah awal, bukan akhir.

    “Kedepan PGRI Kota Batu akan terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan. Kita berkolaborasi demi satu misi memajukan Kota Batu, melalui pendidikan, baik akademik maupun non-akademik,” jelas Budi Prasetyo, guru senior ini dengan penuh semangat.

    Kendati demikian, dengan 8 agenda di meja, pekerjaan rumah Disdik dan PGRI jelas. Tantangannya ; kekurangan guru, regenerasi kepemimpinan, dan peningkatan mutu.

    “Namun dengan komunikasi yang cair sejak hari pertama, harapan itu masih ada. Karena memajukan pendidikan tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Ditambahkan bahwa, pertemuan juga dihadiri perwakilan Pengurus PGRI Cabang Batu, Bumiaji, dan Junrejo,” pungkasnya.

    Penulis : Akasa Putra.

    Editor : Akasa Putra.

    Tinggalkan komentar