BERITA

SDN Songgokerto 03 Pentaskan “Putri Teratai Saujana” Dasa Darma Pramuka Dibalut Tari dan Lampion

jatimlines1 Diterbitkan 19:13 3 menit membaca
Ukuran Teks:

Batu, Jatimlines.id – SD Negeri Songgokerto 03,, Kec.Batu, Kota Batu memilih jalan berbeda. Di tengah tren pertunjukan yang penuh hentakan, sekolah ini justru menampilkan keanggunan lewat tari “Putri Teratai Saujana”.

    Pentas yang digagas, Kepala SDN Songgokerto 03, Helmina Maulidia, M.Pd., ini melibatkan siswa Pramuka, guru, hingga orang tua. Pertunjukan menjadi simbol penanaman karakter melalui seni.

    Teratai dan Lampion: Simbol Karakter Pramuka

    Secara garis besar, “Putri Teratai Saujana” mengisahkan perjalanan anak-anak Pramuka menemukan nilai kebaikan dalam diri.

    Foto: Kolaborasi apik, adik adik SD Negeri Songgkerto 03, pawai lampion jura III

    Teratai dipilih karena tumbuh dari lumpur namun mekar bersih. Ini menjadi perlambang keteguhan, kesucian hati, dan kemampuan tumbuh disegala keadaan.

    “Teratai menjadi perlambang pribadi yang terus tumbuh, berakar kuat pada nilai kebaikan, menjunjung tinggi persaudaraan, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan,” tutur Helmina, Selasa (18/8/2026).

    Pelengkapnya adalah lampion. Cahaya lampion merepresentasikan, Dasa Darma Pramuka, yang menjadi pedoman hidup.

    Sepuluh nilai itu ditampilkan satu per satu: Takwa kepada Tuhan, Cinta Alam, Patriot, Patuh, Rela Menolong, Rajin, Hemat, Disiplin, Tanggung Jawab, hingga Suci dalam Pikiran dan Perbuatan.

    Gerakan Anggun, Bukan Hentakan

    Yang membedakan pentas ini adalah koreografinya. Tidak ada musik hentakan seperti “sound horeg”.

    Foto: Pesona pawai lampion, SD Negeri Songgkerto 03, hari jadi Pramuka.

    Gerak penari menggambarkan teratai yang tumbuh dan mekar. Gerakan Putri Teratai Saujana menghadirkan kelembutan, kebersamaan, dan keharmonisan.

    Para siswa Pramuka tampil sebagai pembawa lampion. Lampion yang perlahan menyala menjadi gambaran bahwa setiap anak memiliki cahaya kebaikan dalam dirinya.

    “Cahaya tersebut akan semakin terang ketika nilai-nilai, Dasa Darma diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap guru senior ini, saat ditemui di ruang kerjanya.

    Puncaknya, seluruh ruangan dipenuhi cahaya lampion. Teratai-teratai seolah bermekaran. Para penari bergerak dalam satu kesatuan, melambangkan persaudaraan dan karakter Pramuka yang menerangi.

    Ramah Lingkungan dan Libatkan Orang Tua

    Kendati demikian, pertunjukan ini juga mengusung nilai pelestarian lingkungan. Bahan lampion dibuat dari “galon bekas”.

    Pemilihan tema teratai juga bukan tanpa alasan. Tanaman ini hanya tumbuh di air yang bersih. Pesannya: pentingnya menjaga kelestarian air.

    Foto: Tetap semangat, tak kenal lelah adik adik SD Negeri Songgkerto 03 saat pose bersama.

    Yang menarik, pertunjukan ini melibatkan orang tua, guru, dan siswa. Kolaborasi ini diharapkan menumbuhkan kebersamaan di luar kelas.

    Mekar Bersama dalam Kebaikan

    Helmina Maulidia M.Pd., menegaskan, “Putri Teratai Saujana” bukan sekadar tarian.

    “Ini adalah perjalanan tentang menumbuhkan kebaikan, menyalakan cahaya karakter, dan mekar bersama dalam persaudaraan,” ujarnya, sembari ramah.

    Dari lumpur, teratai tumbuh.
    Dari kegelapan, lampion memberi cahaya.
    Dari Dasa Darma, karakter Pramuka ditempa.
    Dan sejauh mata memandang, saujana kebaikan terus mekar dan menerangi dunia.

    “Melalui seni, SDN Songgokerto 03 membuktikan pendidikan karakter bisa dikemas indah, anggun, dan tetap membumi,” pungkasnya.

    Penulis : Akasa Putra.

    Editor : Akasa Putra.

    Tinggalkan komentar