BERITA

Di Tengah Gempuran Perumahan, Dusun Brau di Batu Justru Banjir Sapi Perah

jatimlines1 · · Diterbitkan 22:43 · 2 menit membaca
Foto: Muhammad Munir
Ukuran Teks:

Batu, Jatimlines.id – Di tengah modernisasi yang menggeser lahan peternakan ke pinggiran kota, Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, justru berjalan ke arah sebaliknya.

    Bukan rumah dan ruko yang tumbuh di sini, melainkan kandang sapi perah. Aktivitas peternakan di wilayah ini tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang.

    Bahkan saat ini, jumlah sapi perah di dusun tersebut diperkirakan melebihi jumlah penduduknya.

    “Kami punya sekitar 700 jiwa penduduk. Tapi populasi sapinya sudah mencapai 2.000 hingga 2.500 ekor. Sapi perah memang usaha utama warga di sini,” kata Ketua Koperasi Margomulyo Mandiri, Muhammad Munir, Senin (20/7/2026).

    Foto: Ketua Koperasi Margomulyo Mandiri, Muhammad Munir.

    Produksi Tembus 10.000 Liter, Tapi Masih Kurang
    Setiap hari, koperasi menampung susu segar dari peternak anggota hingga 9.800 – 10.000 liter. Sapi yang dipelihara mayoritas jenis Friesian Holstein (FH) keturunan Australia.

    Volume sebesar itu didistribusikan ke tiga jalur utama:

    1. Industri Besar: Menjadi pemasok utama PT Greenfields Indonesia. Namun target pasokan 10.000 liter per hari belum sepenuhnya terpenuhi.
    2. Produksi Mandiri: Diolah menjadi susu pasteurisasi dan keju oleh koperasi.
    3. Program MBG: Mendukung Makan Bergizi Gratis dengan menyalurkan 600 – 700 liter susu per hari.

    “Seharusnya ke Greenfields 10.000 liter per hari. Tapi karena koperasi juga memproduksi olahan sendiri untuk MBG, jadi pasokannya kurang,” jelas Munir.

    Jangkauan distribusinya pun sudah meluas. Selain dari peternak Gunungsari, koperasi juga menampung susu dari Dusun Cangar, Pesanggrahan, hingga Pujon, Kabupaten Malang. Produk olahan koperasi kini sudah menjangkau puluhan dapur MBG di Malang Raya, Surabaya, Gresik, Lamongan, hingga Mojokerto.

    Penopang Ekonomi 700 Warga
    Sistem peternakan di Dusun Brau masih berbasis rakyat. Kandang sapi berdiri berdampingan dengan rumah warga.

    Foto: Prosesi Pengerjaan susu di Koperasi Margomulyo Mandiri.

    Menurut Munir, keberadaan Koperasi Margomulyo Mandiri menjadi kunci. Koperasi menjaga stabilitas harga, membuka akses pasar yang adil, sekaligus menyerap tenaga kerja anak muda setempat.

    Ke depan, pengurus berharap ada dukungan pemerintah berupa fasilitas kandang komunal terpadu. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat kapasitas produksi susu nasional dari Batu.

    “Kalau ada kandang komunal, produktivitas bisa naik lagi. Ini bukan hanya untuk warga Brau, tapi juga untuk ketahanan susu di Jatim,” pungkasnya.

    Penulis : Akasa Putra.

    Editor : Akasa Putra.

    Tinggalkan komentar