Drama Musikal “Genggam Tanganku”: Menginspirasi Persatuan dan Pengabdian
Drama Musikal Genggam Tanganku (Sumber: EW)

Drama musikal “Genggam Tanganku” yang digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, tidak hanya sekadar hiburan melainkan sebuah perjalanan emosional yang menyatukan nilai persatuan, keadilan sosial, dan semangat pengabdian.
Diselenggarakan oleh Yayasan GKI Pondok Indah Tirtamarta, pertunjukan ini memberikan pesan yang sejalan dengan visi Sekolah Kristen TIRTAMARTA Penabur dalam mencetak generasi yang peduli dan berintegritas, Senin, 10/3/2025.
Tema persatuan dan kesatuan bangsa yang diusung dalam drama musikal ini mempersembahkan kisah inspiratif perjuangan sekelompok siswa dan guru.

Dibalik liku perjalanan cerita, tokoh Adinda dan Ratna muncul sebagai simbol harapan baru dalam menghadapi diskriminasi dan ketidaksetaraan.
Melalui narasi yang penuh makna, penonton diajak merenungkan pentingnya kerja sama, kejujuran, dan empati dalam membangun masa depan yang lebih adil.

Drama ini tidak hanya mengangkat tema perjuangan modern, tetapi juga memukau penonton dengan penampilan gemilang para siswa yang memerankan tokoh-tokoh legendaris dari era Majapahit.
Dengan kostum megah, riasan ala kerajaan, properti autentik, dan aksi panggung yang dipadu dengan lampu, efek multimedia, dan musik menggugah, mereka membawakan kisah epik Majapahit dengan semangat dan ketelitian.

Interpretasi cerita Majapahit ini tak hanya menghibur, tapi juga mengajak penonton untuk merenungkan kembali kejayaan dan nilai-nilai luhur persatuan dari sejarah bangsa.
Partisipasi siswa dari TK hingga SMA, guru, dan karyawan sekolah TIRTAMARTA BPK Penabur dalam drama musikal ini menunjukkan semangat dan dedikasi yang luar biasa.
Meski latihan berlangsung hanya dalam empat hingga lima bulan, mereka mampu menampilkan penampilan terbaik mereka dengan dukungan lingkungan yang positif.
Semoga kisah ini dapat memberikan inspirasi dan refleksi yang bermanfaat untuk kita semua, agar terus merajut kebersamaan dan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Eko Windarto
Editor: Schaldy