Beranda / PEMERINTAHAN / Jembatan Merah Putih Presisi di Udanawu Resmi Beroperasi

Jembatan Merah Putih Presisi di Udanawu Resmi Beroperasi

Blitar, Jatimlines.id – Jembatan Merah Putih Presisi yang menghubungkan Desa Ringinanom, Desa Karanggondang, dan Desa Kebonagung di Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar resmi beroperasi, Peresmian jembatan dilakukan langsung oleh Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo bersama Bupati Blitar Drs. Rijanto, M.M dalam rangka Bakti Bhayangkara ke-80.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar, pejabat utama Polres Blitar Kota, serta masyarakat sekitar yang selama ini memanfaatkan jalur penghubung antar desa tersebut.

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo mengatakan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung akses transportasi dan konektivitas antarwilayah.

Jembatan ini kami resmikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, terutama untuk mendukung akses transportasi dan konektivitas warga,” ujar Kalfaris.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan Jembatan Presisi yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia. Untuk wilayah hukum Polres Blitar Kota, pembangunan dipusatkan di Desa Ringinanom karena akses tersebut sangat dibutuhkan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan jembatan baru itu diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat sekitar.

“Dengan adanya jembatan ini, masyarakat lebih mudah mengakses layanan umum maupun pusat aktivitas ekonomi karena jaraknya menjadi lebih dekat dan nyaman dilalui,” katanya.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Blitar Kota atas kontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak,” ujar Rijanto.

Ia mengungkapkan, sebelum dibangun secara permanen, akses penghubung antar desa tersebut sempat ambrol dan hanya diperbaiki secara swadaya oleh warga menggunakan sesek atau anyaman bambu.

Menurutnya, kondisi jembatan darurat itu sangat rapuh dan sering rusak akibat arus sungai maupun material bambu yang mudah lapuk sehingga hampir setiap tahun harus diperbaiki kembali.

Jembatan Merah Putih Presisi dibangun dengan bentang sepanjang sekitar 19,6 meter dan lebar 2,5 meter. Pembangunan dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli konstruksi guna memastikan kualitas dan keamanan bangunan.

Selain melibatkan tenaga ahli, sejumlah personel Polres Blitar Kota juga diterjunkan langsung membantu proses pembangunan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Kapolres menegaskan, melalui kegiatan Bakti Bhayangkara ke-80, Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan kegiatan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Polres Blitar Kota juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian dan upaya memperkuat sinergi antara Polri dan warga.

Karena keterbatasan daya dukung konstruksi, jembatan tersebut saat ini diperuntukkan bagi kendaraan roda dua dan roda tiga.

Penulis : Rosyid Muhaimin.

Editor : Akasa Putra.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *