Batu, Jatimlines.id – Muhammad Ananda Rasya Kurniawan, Siswa Kelas V, SD Negeri Pesanggrahan 01 (PESAT), Kec. Batu, Kota Batu. Anak pasangan dari Sunardi dan Purwanti ini telah lolos menjadi Juara I , Lomba Kriya, FLS3N (Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional), Sabtu 9 Mei 2026, di SD Immanuel Kota Batu kemarin.
Rasya sapaan akrab bagi teman – teman di sekolahnya, dia adalah sosok anak yang pendiam. Selain itu, dirinya juga terkesan sopan terhadap gurunya juga anak yang penurut.
Dalam kesempatan itu, Kepala SDN PESAT, Miswanto S.Ag., M.Pd.H, menuturkan Seni Kriya ini kita berikan judul “Miniatur Kereta Api” yang berbahan utama kayu. Merupakan perpaduan antara Seni Kriya dan kecintaan pada dunia perkereta apian.

“Tentunya, berbeda dengan miniatur yang berbahan dasar plastik atau logam yang lebih menonjolkan bentuk asli dari kereta api,” tuturnya, Senin (11/5/2026).
Miniatur Kereta Api Berbahan Kayu Lebih Menonjol Sebuah Karya Klasik.
Menurutnya, bahan utama dari pembuatan miniatur kereta api adalah kayu dan lem dengan didukung peralatan sederhana seperti untuk pembuatan miniatur kereta api seperti gergaji, kater, penggaris dan pensil.
“Teknik pengerjaan, pembuatan kerangka sebagai dasar untuk membuat bentuk miniatur tersebut dengan menyatukan kembali bilah – bilah kayu dengan bantuan lem untuk membentuk yang diinginkan sehingga terbentuklah sebuah Senin Karya miniatur kereta api,” ucap guru senior ini, sembari ramah.
“Untuk finishing mengunakan teknik coating / fernish yang bertujuan untuk menonjolkan serat alami dari kayu tersebut. Keunggulan dari miniatur kereta api yang terbuat dari bahan kayu tersebut lebih kuat, awet, dan tidak mudah pecah, selain itu bahannya juga mudah dicari dan sangat aman untuk anak-anak sehingga sangat aman untuk mainan anak-anak, selain untuk mainan anak-anak bisa juga alat edukasi dan pajangan diatas meja maupun untuk cindera mata,” tugasnya.
Meskipun demikian, saya merasa bangga dan senang atas prestasi yang sudah diraih oleh Rasya, untuk menjadi Juara I dalam ajang FLS3N Seni Kriya.

“Saya mendukung sepenuhnya, Rasya dapat menjadi juara ditingkat Provinsi Jatim dan Nasional. Selain itu, ia bisa menjadi motivasi bagi teman-temannya disekolah. Sehingga
Pesat di tahun berikutnya, ada yang bisa menjadi seperti Rasya untuk menjadi juara,” tegas mantan guru SMP Negeri 01 Batu ini penuh semangat.
Sementara itu, Pelatih dan Penanggung jawab Kriya ESJOSA, Budi Susanto, juga menyampaikan bahwa Rasya pada saat dilatih butuh waktu singkat yaitu 5 hari dengan durasi waktu 2 jam sampai 2,5 jam.
Tidak Ada Kendala Sampai Menjadi Juara I Seni Kriya FLS3N.
“Dalam proses berlatih, Rasya tidak pernah mengeluh dia mudah untuk diarahkan. Selain itu, Rasya anak yang cerdas dan kreatif,” ucapnya.
Dia jelaskan, lanjut Budi Susanto, pada saat berlatih dapat berjalan dengan mulus. Selain itu dia juga mendapatkan dukungan dan support penuh dari kedua orangtuanya.
“Saya berharap, Rasya bisa maju dan lolos ketingkat provinsi Jawa Timur dan sampai ke Nasional. Rasya dapat berlatih dengan sungguh-sungguh, sehingga nantinya jauh lebih baik lagi dan bisa memberikan yang terbaik untuk PESAT dan Kota Batu,” jelasnya.
Kendati demikian, untuk mewujudkan itu perlu dukungan dari semua pihak baik dari warga sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Batu.
“Semoga impian Rasya dapat terwujud sampai ke tingkat Provinsi dan Nasional, untuk mengharumkan nama Kota Batu,” pungkasnya.
Penulis : Akasa Putra.
Editor : Akasa Putra.





