Menyucikan Diri Setelah Ibadah Ramadan dengan Zakat fitrah
Zakat Fitrah (sumber foto: baznas.go.id).

Indonesia, JATIMLINES.ID- Bulan Ramadan merupakan waktu yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain menjalankan ibadah puasa, umat Muslim juga diwajibkan untuk menunaikan zakat fitrah, yaitu zakat yang harus dibayarkan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Zakat fitrah bertujuan untuk menyucikan diri setelah menjalani ibadah Ramadan serta membantu fakir miskin agar mereka dapat merayakan Idul Fitri dengan layak.
Ketentuan Zakat Fitrah Ramadan 2025
Zakat fitrah diwajibkan bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, yang memiliki kelebihan harta untuk memenuhi kebutuhan pokoknya pada hari raya. Berikut beberapa ketentuan zakat fitrah di tahun 2025:

Besaran Zakat Fitrah: besaran zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah satu sha’ (sekitar 2,5 – 3 kg beras atau bahan makanan pokok lain) yang umum dikonsumsi di suatu daerah. Jika ingin membayarnya dalam bentuk uang, maka jumlahnya disesuaikan dengan harga makanan pokok di wilayah masing-masing.
Untuk memastikan jumlah yang tepat, umat Islam disarankan untuk mengikuti ketetapan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), atau lembaga zakat resmi di daerahnya.
Waktu Pembayaran: zakat fitrah dapat dibayarkan sejak awal Ramadan, tetapi paling lambat sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Jika dibayarkan setelah salat Id, maka zakat tersebut dihitung sebagai sedekah biasa, bukan zakat fitrah.
Golongan Penerima Zakat Fitrah: zakat fitrah diberikan kepada 8 golongan penerima zakat (asnaf) sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an (QS. At-Taubah; 60). Namun, yang lebih diutamakan adalah fakir dan miskin, agar mereka bisa merasakan kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri.

Hikmah dan Manfaat Zakat Fitrah
Menunaikan zakat fitrah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga memiliki berbagai hikmah dan manfaat, baik dari segi spiritual maupun sosial:
Menyucikan Diri dari Kekurangan dalam Puasa: zakat fitrah berfungsi sebagai penyuci bagi jiwa dari segala kekurangan atau kesalahan yang mungkin terjadi selama menjalankan ibadah puasa.
Menumbuhkan Rasa Empati dan Kepedulian: dengan berzakat, umat Islam diajarkan untuk peduli terhadap sesama, khususnya mereka yang kurang mampu, sehingga terjalin solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.

Membantu Kaum Dhuafa: zakat fitrah memastikan bahwa kaum fakir dan miskin dapat merayakan Idul Fitri dengan layak, tanpa merasa kekurangan dalam mencukupi kebutuhan pokok mereka.
Mendekatkan Diri kepada Allah SWT: melaksanakan zakat fitrah merupakan bentuk kepatuhan kepada perintah Allah dan bagian dari ibadah yang akan mendatangkan pahala besar.
Kesimpulan
Zakat fitrah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan setiap Muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. Tahun 2025, umat Islam kembali diingatkan untuk membayar zakat fitrah sesuai ketentuan, baik dalam bentuk bahan makanan pokok maupun uang yang setara.

Selain sebagai bentuk penyucian diri setelah Ramadan, zakat fitrah juga memiliki nilai sosial yang tinggi dengan membantu mereka yang membutuhkan. Dengan membayar zakat fitrah tepat waktu, umat Islam dapat meraih keberkahan dan kebahagiaan yang lebih sempurna dalam menyambut Idul Fitri.
Penulis: Nana
Editor: Red