BERITA

KREATIF TANPA KEGADUHAN! Dai Cilik dan Kuis Rp50.000, Warnai Maulid Nabi di SDN Songgokerto 03

jatimlines1 Diperbarui 22:16 5 menit membaca
Foto: Kepala SD Negeri Songgokerto 03, Helmina Maulidia, M.Pd. saat memberikan sambutan.
Ukuran Teks:
SUB : STOP REBUTAN! SDN Songgokerto 03 Ubah Tradisi Maulid Jadi Kuis Uang Tunai, Siswa Antusias

Batu, Jatimlines.id – Pagi, Senin, 24 Agustus 2026, di SD Negeri Songgokerto 03 Kota Batu. Halaman mushola sekolah tidak akan dipenuhi suara bel. Yang ada adalah lantunan shalawat, tawa murid – murid, dan semangat berbagi. Hari itu, sekolah mengajak seluruh siswa memperingati, Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M.

Tidak ada suara teriakan. Tidak ada dorong-dorongan. Tidak ada kue berserakan di lantai.Di SD Negeri Songgokerto 03 Kota Batu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, justru berjalan paling khidmat dan paling tertib dalam sejarahnya.

Sekolah ini berani memutus tradisi. Tradisi “Rebutan Jabutan” Dihentikan. Selama ini, Maulid identik dengan gunungan makanan dan rebutan. Tahun ini, SDN Songgokerto 03 bilang cukup.

Foto: Ratusan murid, SD Negeri Songgokerto 03, saat mengikuti Maulid Nabi Muhammad SAW, di Sekolah penuh hikmat.


“Rebutan jajanan sering menimbulkan kegaduhan dan rawan membuat murid saling berebut hingga cedera. Kami ingin murid-murid, meneladani akhlak Nabi, bukan meneladani berebut,” tutur, Kepala SD Negeri Songgkerto 03, Helmina Maulidia, M.Pd., Senin (24/8/2026).
Kendati demikian, sebagai ganti, kue dibungkus rapi seperti bingkisan ulang tahun. Dibagikan satu per satu. Hasilnya, tertib, adil, dan tetap bikin murid-murid senang.

Tema: Membentuk Generasi Beriman dan Berprestasi

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Membentuk Generasi yang Beriman, Berakhlak, dan Berprestasi”, acara ini dikemas tidak kaku. Pukul 07.00 – 10.00 WIB, kegiatan akan dipusatkan di Halaman Musholah SDN Songgokerto 03.

Dari Shalawat Hingga Sedekah
Panitia sudah menyiapkan agenda yang menyentuh hati dan pikiran murid – murid. Acara dibuka dengan, salam, doa, pembacaan Al-Qur’an, dan sambutan Kepala Sekolah. Lalu dilanjut Shalawat Bersama. Seluruh murid akan melantunkan shalawat Nabi, diiringi hadrah dan rebana. Suasana syahdu pasti terasa.
Puncaknya adalah, Ceramah / Kisah Nabi. Bukan ceramah berat. Tapi kisah keteladanan Rasulullah SAW yang dikemas interaktif dan sederhana, khusus untuk murid SD. Biar murid – murid paham, bahwa Nabi itu teladan, bukan hanya nama dalam buku.
Agar tidak membosankan, ada “Kuis Islami”. Pertanyaan ringan seputar Nabi Muhammad SAW. Jawab benar, dapat hadiah kecil. Cara cerdas menanamkan cinta pada Rasul.
Belajar Akhlak Lewat Aksi Nyata.
Yang paling menyentuh. Berbagi Sedekah. Murid – murid diajak membawa makanan atau bingkisan untuk dibagikan ke teman. Tujuannya satu: menanamkan nilai berbagi sejak dini.
Setelah itu ada, Pesan Akhlak. Ajakan nyata untuk mempraktikkan karakter terpuji: sopan, jujur, menghormati guru, menyayangi teman, rajin beribadah, dan suka menolong
“Spesialnya lagi, acara Maulid ini dirangkai dengan, pembagian Hadiah Lomba Peringatan Hari Kemerdekaan. Apresiasi untuk semangat kreativitas dan prestasi siswa selama bulan kemerdekaan,” tutur Kepala SD Negeri Songgokerto 03, Helmina Maulidia, M.Pd.
Dua momen besar, satu semangat: beriman, berakhlak, dan berprestasi.


“Dengan Maulid Nabi, Kita Tingkatkan Cinta kepada Rasulullah SAW dan Teladan Akhlaknya dalam Kehidupan Sehari-hari,” ucap guru senior ini, sembari ramah.
Pihak Sekolah, Gagasan Besar di Balik Perubahan. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Sekolah ingin membuktikan satu hal, memperingati Maulid tidak harus bising.
“Kami ingin murid – murid, belajar dari tertibnya pembagian, dari beraninya tampil, dari hafalnya Al-Qur’an. Itu jauh lebih sesuai dengan akhlak Rasulullah SAW daripada berebut,” jelasnya
Lewat cara ini, SD Negeri Songgokerto 03 berhasil menyuntikkan 3 nilai sekaligus, kedisiplinan, kemandirian murid, dan literasi sejarah Islam.
“Akhlak Dulu, Baru Jajan. Tidak ada kegaduhan. Tidak ada yang menangis karena tidak kebagian. Yang ada hanya murid – murid pulang membawa 2 hal, bingkisan kue dan ilmu. Karena memperingati Nabi, memang harus dimulai dari meneladani. Bukan dari berebut,” bebernya.

Foto: Pesona SD Negeri Songgokerto 03, tentunya sangat luar biasa.

Panitia menantang murid maju ke depan. Pertanyaannya berat:

  1. Ceritakan sejarah lahirnya Rasulullah
  2. Jelaskan mengapa tahun itu disebut Tahun Gajah
  3. Hafalkan Surat Al-Fiil lengkap dengan artinya
    Yang bisa, langsung bawa pulang uang tunai Rp50.000. Tangan-tangan kecil langsung terangkat. Mata berbinar. Hafalan diulang-ulang.
    Acara ditutup dengan, Makan Bersama. Bekal sehat dibuka bersama-sama. Lalu doa, pembagian hadiah, dan foto bersama.

Dai Cilik Naik Podium

Yang paling mengejutkan, tidak ada penceramah dari luar. Yang naik mimbar adalah murid SDN Songgokerto 03 sendiri. Dengan suara lugu tapi lantang, dai cilik itu menceritakan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW di hadapan ratusan teman.
Tanpa teks. Tanpa grogi. Ini bukti nyata, “Membentuk Akhlak dan Karakter Melalui Keteladanan Rasul” bukan sekadar tema. Puncak Acara: Kuis Sejarah, Hadiah Uang Tunai Rp50.000.Inilah yang bikin halaman sekolah meledak.

Singgih, Sang Juara Kuis

Salah satu yang berhasil adalah, Singgih, murid ini menjawab sempurna. Tiga pertanyaan, satu napas. Amplop Rp50.000 ia genggam erat.
“Acaranya seru banget! Tadi deg-degan waktu maju ke depan untuk cerita soal Tahun Gajah dan hafalan Surat Al-Fiil, tapi alhamdulillah bisa jawab dan dapat hadiah uang lima puluh ribu rupiah,” ujar Singgih dengan wajah sumringah.

Foto: Susunan acara saat kegiatan maulid nabi SD Negeri Songgokerto 03

Bagi Singgih, perubahan format ini justru lebih berkesan.

“Walaupun sekarang tidak ada sesi rebutan kue seperti dulu, menurutku malah lebih asyik yang sekarang. Biasanya kalau berebut itu jadinya ramai, dorong-dorongan, dan bikin pusing. Kalau sekarang kuenya langsung dibagi rapi, jadi semua pasti kebagian rata. Ditambah ada kuis sejarah nabi ini, jadi makin seru dan bikin kita semangat belajar agama,”pungkasnya.

Penulis : Akasa Putra.
Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan komentar