Batu, Jatimlines.id – BRIKADA SMP Negeri 2 Kota Batu, (SMEDUBA) kembali mengharumkan sekolah. Pasukan baris-berbaris, kebanggaan SMENDUBA ini turun di LKBB Memorandum Drill Team Championship Chapter Malang, di Balai Merdeka, Universitas Merdeka Malang, Sabtu, 22 Agustus 2026, kemarin.
Dan hasilnya? Tidak main-main. Borong 5 Piala di Tanah Orang. Meski bertajuk “Chapter Malang”, ajang ini bukan milik Malang saja.
Tim dari berbagai daerah luar Malang, ikut meramaikan. Artinya, BRIKADA harus bertarung dengan lawan yang belum tentu mereka kenal. Tapi BRIKADA tidak gentar. Tim Bimantara dan Tim Mahawira tampil ngotot.

Kerja Keras di Balik Panggung. Pembina BRIKADA, Wahyu Dedy Kurniawan, S.Kom tidak bisa menyembunyikan bangganya.
“Kabar membanggakan datang dari BRIKADA yang turut ambil bagian dalam ajang LKBB Memorandum Drill Team Championship Chapter Malang,” tuturnya, Minggu, (23/8/2026).
Menurut Wahyu Dedy, ajang ini jadi ujian penting.
“Ini kesempatan bagi BRIKADA untuk menguji kemampuan, memperluas pengalaman, serta bersaing dengan tim-tim dari berbagai wilayah,” jelasnya.
Perjalanan ke podium itu tidak mudah. Ada evaluasi setiap malam. Ada teriakan motivasi dari pelatih dan official. Ada air mata saat latihan.
Hasilnya: 5 piala langsung dibawa pulang ke Batu.
- Juara Umum 2
- Juara Utama 1 – Grup C
- Juara Utama 2 – Grup A
- Best Varfor 3
- Best Supporter
32 Pasukan, Prestasi ini bukan jatuh dari langit. Di balik barisan rapi itu ada 32 nama yang latihan sampai kaki lecet.
Tim Bimantara : Glendis, Abi, Cheren, Kinan, Virga, Shalfa, Anggun, Sasti, Sekar, Rahma, Syakila, Alin, Aqila, Binar, Velyn, dan Aira.
Tim Mahawirab: Michel, Agung, Laksmi, Reyza, Rasya, Effelind, Wilda, Hafidz, Nadira, Kansha, Dea, Ilma, Gendis, Riquel, Mikhayla, dan Nesti.
Mereka maju dengan satu tujuan: bawa nama SMENDUBA setinggi-tingginya. Semua terbayar lunas di Balai Merdeka.
SMENDUBA Bangga
“Dengan torehan ini, BRIKADA kembali membuktikan: disiplin dan kekompakan tidak pernah mengkhianati hasil. Selamat untuk Tim Bimantara dan Tim Mahawira. Kota Batu bangga. SMENDUBA bangga,”paparnya dengan tegas.
Sementara itu, Kepala SMENDUBA, Dra.Ida Misaroh M.Pd., juga menuturkan, berbagai piala yang berhasil dibawa pulang menjadi bukti bahwa proses latihan, kedisiplinan, dan kerja sama yang dilakukan selama ini tidak sia-sia.
“Setiap goresan luka saat latihan. Setiap teriakan komando di lapangan. Setiap tetes keringat di bawah terik. Semua terbayar lunas. Bukan dengan uang. Tapi dengan logam mengkilap yang kini jadi saksi,” ucap guru senior ini, dengan bangga
Kisah Manis Sebelum Purna. Bagi murid kelas IX, ini bukan sekadar lomba. Bagi anggota kelas IX, yang sebentar lagi akan menuntaskan masa pengabdiannya di BRIKADA, pencapaian ini menjadi sebuah kisah manis sekaligus kenangan berharga sebelum mereka purna.
Bayangkan. Tiga tahun berjuang. Dari kelas VII canggung, sampai kelas IX berdiri paling depan. Dan mereka memilih menutup perjalanan dengan prestasi. Bukan dengan tangis penyesalan.
“Menutup perjalanan dengan torehan prestasi tentu menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus bekal pengalaman yang akan selalu dikenang sebagai bagian dari perjalanan mereka bersama BRIKADA,”lanjutnya.
Harapan: Semangat Tidak Boleh Mati
Ida Misaroh punya pesan. Pesan yang dititipkan untuk adik-adik kelas yang masih di bawah.

“Harapannya, ke depan pencapaian ini tidak berhenti sebagai deretan piala yang pernah dibawa pulang BRIKADA. Tetapi menjadi bagian dari perjalanan panjang siswa-siswi SMENDUBA dalam belajar, bertumbuh, dan berproses bersama,” ujarnya.
Ia tidak ingin BRIKADA jadi museum piala. Ia ingin BRIKADA jadi rumah.
“Semoga BRIKADA terus menjadi ruang bagi setiap anggotanya untuk menemukan pengalaman, membangun keberanian, dan menciptakan cerita yang kelak akan mereka kenang,” harapnya.
Kendati demikian, generasi berganti, semangat tetap anggota kelas IX akan pergi. Tinggalkan seragam. Tinggalkan tongkat. Tapi estafet harus jalan.
“Karena setiap generasi akan datang dan berganti, tetapi semangat untuk membawa nama BRIKADA dan SMEDUBA dengan bangga semoga selalu menjadi bagian yang tidak pernah hilang,” tegas Ida Misaroh.
Minggu, piala boleh dibawa pulang. Tapi yang paling berat dibawa pulang kelas IX, adalah kenangan. Kenangan menjadi bagian dari, BRIKADA SMENDUBA.
Penulis : Akasa Putra.
Editor : Akasa Putra.