BERITA

BUKAN SEKADAR LOMBA! SD Negeri Sumberejo 01 Jadikan Agustusan Ajang Tempa Karakter 102 Murid.

jatimlines1 Diperbarui 13:40 3 menit membaca
Foto: Murid-murid Esjosa, sebelum kegiatan lomba dimulai, tampak gembira.
Ukuran Teks:

Batu, Jatimlines.id – Di SD Negeri Sumberejo 01, bulan Agustus bukan hanya soal bendera dan upacara. Tapi soal keringat, tawa, dan teriakan “Merdeka!” dari 102 murid.

Dalam rangka, memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-81, sekolah menggelar sederet, lomba bernuansa nasionalisme.

Lomba Tradisional, Pesannya Modern

Tahun ini panitia tidak main-main. Ada makan kerupuk, ada mengeluarkan bola dalam arus, ada juga paduan suara lagu-lagu wajib nasional.

Foto: Saat lomba, makan kerupuk dimulai di pelataran sekolah, murid Esjosa tampak semangat.

Kedengarannya sederhana. Tapi tujuannya dalam.

“Tujuannya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, kekompakan, cinta tanah air, keberanian, karakter disiplin, dan jiwa sportifitas,” jelas, Ika Angelina, S.Pd., Ketua Panitia Hari Besar Nasional, Rabu (26/8/2026).

Hasilnya langsung terlihat.

“Murid jadi seru, semangat, dan senang,” tambahnya.

Harapan Besar dari Esjosa, Bagi Sumberejo 01, lomba bukan sekadar hiburan.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Sumberejo 01, Puji Maliki, S.Pd.I., M.Pd. juga menegaskan, ini investasi karakter.

“Kegiatan ini tentu sangat berdampak positif bagi murid-murid. Kita lebih mengenalkan kepada mereka tentang memperingati hari kemerdekaan. Selain itu kita sebagai Kepala Sekolah tentunya mendukung program tersebut,” tuturnya.

Lebih jauh, Puji Maliki punya harapan besar untuk Agustusan tahun depan dan tahun-tahun berikutnya.

5 Harapan Kepsek: Agustusan Harus Bermakna.

Dalam pesannya, Puji Maliki minta lomba 17-an tidak berhenti di seru-seruan.

  1. Menjadi Ajang Menumbuhkan Karakter.

“Lomba agustusan bukan hanya soal siapa yang menang. Tapi tentang sportivitas, kerja sama tim, disiplin, dan pantang menyerah. Kemenangan paling indah adalah yang diraih bersama.”

  1. Inklusif untuk Semua

“Ke depan kita buat lomba yang bisa diikuti semua murid, dari kelas 1 sampai kelas 6, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Rasa ‘aku juga bagian dari merdeka’ itu jauh lebih penting.”

  1. Menyelipkan Nilai Sejarah dan Kebangsaan
    Selain fisik, akan ada lomba cerdas cermat kemerdekaan, lomba pidato, atau menghias kelas bertema pahlawan.

“Supaya anak-anak paham: kemerdekaan ini diperjuangkan dengan keringat dan darah, bukan gratis.”

  1. Lebih Kreatif dan Ramah Lingkungan

“Lomba kita minim sampah plastik. Hadiahnya bisa berupa tanaman, buku, atau perlengkapan sekolah. Dekorasi dari barang bekas. Biar kita merdeka, sekaligus menjaga bumi tempat kita merdeka.”

  1. Mempererat Silaturahmi Warga Sekolah

“Saya berharap orang tua, guru, dan murid bisa ikut serta. Ada lomba bapak-ibu guru vs orang tua, bazar kelas, pentas seni. Karena sekolah yang kuat lahir dari kebersamaan.”

Foto: Tampak jelas, raut wajah yang semringah dari murid Esjosa, saat lomba. Ada murid Esjosa yang dari luar Jawa, tampak gembira.

Melatih Mental Pejuang. Dari makan kerupuk sampai paduan suara, semua punya pesan.

Harapannya, murid Esjosa, tidak hanya jago lomba. Tapi juga mampu menyelesaikan masalah, mandiri, memiliki kepribadian baik, disiplin, dan percaya diri dengan keberanian.

“Intinya: Jadikan Agustusan sebagai momentum kita melatih mental pejuang. Merdeka dalam prestasi, merdeka dalam sikap, merdeka dalam menghargai satu sama lain,” pungkas Puji Maliki.

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan komentar