Batu, Jatimlines.id – Langit Kota Batu cerah, hati keluarga besar SD Negeri Pesanggrahan 01, (PESAT) Kota Batu, lebih cerah lagi. Hari itu, halaman sekolah dipenuhi putih. Putih baju, putih senyum, putih niat.
Mereka berkumpul dalam satu tujuan, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M, Rabu (26/8/2026).
Semalam Suntuk Menyiapkan Kemuliaan. Kemeriahan itu tidak jatuh dari langit. Sehari sebelumnya, para guru, tenaga kependidikan, dan wali murid sudah bahu-membahu.

“Bahkan bapak-bapak kemarin lembur sampai malam,” tutur, Kepala PESAT, Miswanto, S.Ag., M.Pd.H., di sela acara.
Kendati demikian, lembur itu bukan untuk proyek. Tapi untuk memuliakan nama Nabi. Dibuka Dua MC Cilik, Ditutup Shalawat. Acara dibuka berbeda. Bukan guru. Bukan kepala sekolah.
“Yang naik panggung adalah, dua murid Pesat Batu, dia adalah Aldaffa Abrizam Farendra kelas VI, dan Inara Ayudia Deshasi,nkelas V,” ucapnya.
Keduanya adalah buah didikan, Ibu Candra Savitri, MC kawakan Kota Batu. Hasil ekstrakurikuler Public Speaking langsung unjuk gigi.
Ekskul Al-Banjari, bersama Grup Banjari Al-Makin, melantunkan shalawat. Tabuhan rebana dari didikan, Bapak Ferdiko Ahmad Nur Fauzi, S.Pd. menggetarkan dada.
Belum selesai. Ekskul Tari Islami, binaan Ibu Ni Nengah Wira Lufi Amilia, S.Pd. ikut menari. Geraknya lembut, maknanya dalam.

Hari itu adalah hari unjuk gigi. Bukti bahwa visi PESAT Batu, beriman, berilmu, berbudi, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan, sudah mulai terlihat hilalnya.
Teladani, Jangan Hanya Hafal. Di tengah lantunan, Miswanto, berdiri.
Sebagai Kepala Sekolah sekaligus, Sekretaris Konfederasi Nasional Organisasi Profesi Guru Kemenag, pesannya menusuk.
Ia mengajak murid – murid meneladani budi pekerti Rasulullah SAW.
Lalu ia mengajak menyanyi. “Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane…”Tembang Lir – Ilir, menggema.
“Selagi kita masih diberikan sehat dan sempat, ayo kita teladani setiap kebajikan yang diajarkan oleh Kanjeng Nabi dan kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ajaknya.
Murid – murid menjawab dengan ceria. Karena dakwah paling indah adalah yang dinyanyikan. Puncak Tausyiah. Jaga Lisan, Jaga Diri.
Puncaknya tiba, Siti Zulfa Rosidah, M.Pd.I., Pengawas Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag, Kota Batu naik mimbar.
Mantan Guru SMK Negeri 1 Batu ini, tidak ceramah panjang. Ia titip 3 hal yaitu, lisan, hati, dan tindakan.
“Ajining dhiri iku gumantung saka lathi. Nilai manusia itu ditentukan oleh cara bicaranya,”pesan Zulfa.

Kalimat Jawa itu menampar lembut. Karena akhlak dimulai dari mulut.
Rusmiati, S.Ag. Ketua Panitia sekaligus Guru PAI dan Budi Pekerti, menambahkan.
“Peringatan Maulid ini, menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan ini dapat memperkuat iman, membentuk karakter yang baik, dan menginspirasi seluruh murid untuk terus menjadi generasi yang berakhlak mulia,” tegasnya.
Murak Berkat
Acara ditutup paling ditunggu murid-murid, Murak Berkat Muludan. Setiap murid boleh memilih 3 jajanan dan “angpao” yang sudah disiapkan panitia.
“Tidak rebutan. Tidak berebut. Ambil dengan tertib, pulang dengan senang. Karena Maulid Nabi memang harus dirayakan dengan, ilmu, seni, akhlak, dan berbagi,” pungkasnya.
Penulis : Akasa Putra.
Editor : Akasa Putra.