SUB : KOTA WISATA TIDAK BOLEH KOTOR! Hotel, Kafe, Wisata Wajib Kelola Sampah Sendiri.
Batu, Jatimlines.id – Kota Batu tidak mau lagi berdamai dengan tumpukan sampah.
Pemerintah Kota Batu bergerak cepat. Melalui, Program Local Service Delivery Improvement Project atau LSDP, tata kelola sampah dibenahi dari, hulu sampai hilir. Bukan hanya diangkut dan dibuang.
Pembahasan serius itu dilakukan dalam, Kunjungan Lapangan Program LSDP, di Ruang Rapat Utama, Balai Kota Among Tani, Kamis 27 Agustus 2026.

“Tidak Cukup Hanya Mengangkut dan Membuang”
Pernyataan tegas datang langsung dari orang nomor satu di Kota Batu, Wali Kota Nurochman.
“Tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan dan pembuangan. Kita harus menyelesaikan persoalan sampah secara fokus, terkonsentrasi, dan total,” tegasnya.
Alasannya sederhana tapi krusial. Batu adalah, kota wisata. Citra bersih adalah harga mati.
Sampah yang menumpuk bukan hanya soal bau. Ini soal nama baik daerah, soal kenyamanan wisatawan, soal kesehatan warga.
Mulai Dari Rumah, Tanggung Jawab Bersama. Strategi Pemkot Batu jelas. Serang dari dua sisi.
Pertama, rumah tangga.
Pemilahan sampah sejak dari rumah akan didorong menjadi kebiasaan baru. Pisahkan organik dan anorganik. Jangan campur.
Kedua, pelaku usaha.
Hotel, restoran, kafe, dan tempat wisata tidak bisa lepas tangan. Mereka wajib, mengelola sampah secara mandiri dan bertanggung jawab.
Tidak ada lagi alasan “sudah bayar retribusi”.
TPA Tlekung Naik Kelas Jadi TPST
Langkah paling besar ada di hilir. Pemkot Batu menargetkan, TPA Tlekung, bertransformasi menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Artinya apa? Sampah tidak hanya ditimbun. Tapi diolah kembali, menjadi barang yang bernilai guna. Kompos, bahan bakar, atau produk daur ulang.
Tujuannya satu, menekan jumlah sampah yang berakhir di TPA, dan menaikkan persentase sampah yang bisa didaur ulang.
LSDP, Dorong Sistem Terintegrasi dan Berkelanjutan. Program LSDP sendiri adalah program nasional.

Ahmad Azam Al Asy’raf, Statistisi Ahli Pertama Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri, menjelaskan inti LSDP.
“LSDP dirancang untuk mendorong daerah membangun sistem persampahan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia berharap Kota Batu bisa menjadi, percontohan bagi daerah lain. Bukti bahwa kota kecil, kota wisata, bisa punya sistem sampah kelas dunia.
Batu Bersih, Masa Depan Cerah
Perang melawan sampah tidak bisa dimenangkan Pemkot sendirian. Butuh warga yang mau pilah. Butuh pengusaha yang mau bertanggung jawab. Butuh semua pihak bergerak.
“Karena di Kota Batu, kebersihan bukan pilihan. Kebersihan adalah identitas. Dan identitas itu, harus dijaga bersama.
Penulis : Akasa Putra.
Editor : Akasa Putra.