SUB ; Biro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi. Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
Batu, Jatimlines.id – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, menegaskan satu hal, penguatan UMKM tidak bisa jalan sendiri-sendiri.
Bantuan saja tidak cukup. Pelaku usaha butuh ekosistem, yang menghubungkan mereka dengan, pasar, industri, modal, inovasi, dan sumber daya lain, agar bisa naik kelas.
Pernyataan itu disampaikan Menko Muhaimin saat meluncurkan, Perintis Berdaya Connect atau PBC, di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu 26 Agustus 2026. Ini peluncuran PBC kedua setelah Bandung.

“Ubah Ruang Menjadi Peluang”
Menko Muhaimin menilai Kota Batu punya modal besar.
“Dengan lebih dari 7.500 UMKM dan sekitar 70 pelaku ekonomi kreatif, ditambah potensi pariwisata serta kekayaan alam, Batu memiliki peluang besar menjadikan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai penggerak kesejahteraan,”ujarnya.
“Inilah semangat kita. Dari ruang menjadi peluang. Ekosistem yang terbentuk kita dorong terus naik kelas. UMKM kita naik kelas,”tegasnya, Rabu, (26/8/2026).
Ia menambahkan, daerah yang belum punya ekosistem harus segera dibangun.
“Kita lakukan orkestrasi. Orkestrasi yang cepat untuk mendorong produktivitas, pendapatan, dan kemajuan UMKM dan ekonomi kreatif,”katanya.
Pemerintah Jadi Fasilitator, Swasta Jadi Of Taker
Menko Muhaimin menekankan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
Peran pemerintah harus berubah menjadi, fasilitator dan agregator, yang mempertemukan kepentingan pelaku usaha.
Sementara, sektor swasta dan industri, didorong menjadi offtaker produk UMKM. Investor dan perguruan tinggi, diharapkan masuk untuk pembiayaan, inovasi, teknologi, dan peningkatan kapasitas.
“Kalau semua bergerak bersama, kita bisa menciptakan business matching, konektivitas, dan akses pasar yang benar-benar dibutuhkan UMKM untuk berkembang,” ucapnya.

PLUT Batu Jadi Simpul Konektivitas. Menko Muhaimin menyambut keberadaan, Pusat Layanan Usaha Terpadu atau PLUT, di Kota Batu.
PLUT diminta tidak hanya jadi tempat layanan, tapi jadi, simpul konektivitas, yang menghubungkan potensi lokal dengan peluang nasional.
Batu Diminta Jadi Motor Ekonomi Kreatif. Menurut Menko Muhaimin, pertumbuhan ekonomi kreatif tidak lagi hanya di Jakarta, Bandung, atau Surabaya.
Kota-kota seperti Batu bisa jadi, inspirator dan motor baru.
Karena itu ia meminta kolaborasi. Kementerian/Lembaga, Pemda, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pelaku ekonomi, terus diperkuat. Kemenko PM siap mengorkestrasi agar program pemberdayaan tidak jalan sendiri-sendiri.
“Kita ingin Batu menjadi rumah yang kuat, bagi kemajuan UMKM dan ekonomi kreatif. Dengan ekosistem yang baik, saya yakin Batu bisa unggul dan menjadi contoh bagi kota-kota lainnya di Indonesia,” pungkas Menko Muhaimin.
Penulis : Akasa Putra
Editor : Akasa Putra