SAMPANG, Jatimlines.id – Gabungan jurnalis dari berbagai media dan organisasi profesi di Kabupaten Sampang menggelar aksi unjuk rasa, Jumat (31/7/2026).
Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang mengaitkan profesi jurnalis dengan istilah “Londo Ireng”.
Massa memulai aksi dengan long march dari kawasan GOR Indor Sampang menuju Gedung DPRD Kabupaten Sampang. Aksi diikuti wartawan dari media cetak, elektronik, radio, televisi, hingga media siber.
Sejumlah organisasi profesi yang terlibat di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Persatuan Online Seluruh Indonesia (POS), ITJI, AJS, CS, AWAS, PWS, DPC PWRI, PJS, LMS, SMSI, Freedom, dan IWO.
Sepanjang perjalanan, massa membentangkan spanduk dan pamflet berisi pesan penolakan terhadap stigma ke profesi jurnalis.
Beberapa tulisan yang terlihat antara lain: “Kami Ireng Tapi Bukan Londo“, “Pers Bersama Rakyat“, “Kebenaran Harus Disuarakan“, “Kritik Adalah Hak Bukan Londo Ireng“, dan “Lawan Intimidasi Jurnalis“.
Dalam orasinya di depan kantor DPRD, koordinator aksi menegaskan bahwa sebutan “Londo Ireng” sangat merugikan dan mencederai marwah profesi wartawan.
Menurut mereka, istilah itu menimbulkan persepsi negatif di masyarakat terhadap kerja-kerja jurnalistik.
Para peserta aksi menekankan bahwa tugas utama pers adalah memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat. Selain itu, pers juga menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
“Jurnalis bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pihak asing atau kelompok tertentu. Stigma itu tidak berdasar dan berbahaya bagi demokrasi,” tegas salah satu orator.
Massa juga mengingatkan bahwa kemerdekaan pers dan kritik media merupakan bagian dari demokrasi yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Karena itu, mereka mendesak Presiden Prabowo dan seluruh pejabat publik untuk menghormati independensi pers. Mereka juga meminta agar tidak ada lagi narasi yang berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap profesi jurnalistik.
Aksi yang berlangsung sejak pagi ini terpantau berjalan damai dan tertib. Pengamanan dilakukan oleh aparat kepolisian dan TNI di sekitar area DPRD Sampang.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada wakil rakyat.
Penulis : Wahid Ismail.
Editor : Akasa Putra.