BERITA

Tak Gila Jabatan! Mantan Kepsek SMP Negeri 03 Kota Batu 12 Tahun Kembali ke Kelas: Guru Itu Pengabdian.

jatimlines1 · · Diperbarui 13:16 · 2 menit membaca
Foto: Budi Prasetyo SPd, saat menerima SK, dari Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Muhammad Nur Adim A.P
Ukuran Teks:
Di saat banyak orang berebut kursi, Budi Prasetyo justru meninggalkannya dengan kepala tegak. Kembali menjadi guru. Kembali ke kelas. Sebuah teladan yang hari ini terasa langka. Sebuah pengingat bahwa jabatan boleh berakhir, tapi pengabdian tidak pernah pensiun.

Batu, Jatimlines.id – Di tengah maraknya pejabat yang enggan melepas kursi kekuasaan, muncul kisah yang bikin banyak orang tercengang.

Ia adalah Budi Prasetyo, S.Pd. Pria energik yang selama 12 tahun, 03 periode duduk di kursi kepala sekolah, kini dengan tenang kembali ke bangku guru. Tanpa beban. Tanpa drama.

    Dari yang memimpin, kini ia kembali mengajar.

    Menjabat Kepsek Itu : Tugas Tambahan, Bukan Segalanya

    Keputusan itu diambil setelah masa jabatannya sebagai Kepala SMP Negeri 03 Kota Batu, resmi berakhir sesuai aturan.

    Alih-alih mencari cara untuk bertahan, Budi justru memilih kembali ke habitat aslinya: mengajar di SMP Negeri 07 Kota Batu.

    “Sudah tiga periode, selama 12 tahun saya menjabat KS dan masanya sudah habis. Maka disinilah, kita berpegang kepada aturan yang berlaku. Demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” tutur Ketua PGRI Kota Batu ini, dengan penuh semangat, Rabu (29/7/2026).

    “Tidak ada rasa malu sedikit pun, justru ini kebanggaan. Menjabat KS adalah tugas tambahan yang diberikan kepada guru, untuk bertanggung jawab sepenuhnya. Guru adalah pekerjaan yang sangat mulia, untuk mencerdaskan anak bangsa,” tegasnya.

    Pernyataan itu sontak membuat banyak rekan guru terdiam. Di era di mana jabatan sering dianggap sebagai status sosial, Budi justru menyebutnya “tugas tambahan”.

    Sosok “Sang Perekat” yang Tak Kenal Lelah

    Selama 12 tahun memimpin, nama Budi Prasetyo dikenal bukan hanya karena prestasinya. Tapi karena caranya yang berbeda.

    Foto: Pose bersama, Budi Prasetyo SPd, saat bersama Kepala SMP Negeri 07 Kota Batu, Yayuk Sariati MPd.

    Ia bukan tipe kepala sekolah yang duduk di balik meja. Ia supel, humoris, dan punya jurus jitu: pendekatan persuasif.

    Masalah dengan wali murid? Selesaikan dengan komunikasi. Konflik internal? Duduk bareng sambil bercanda.

    “Bagi saya, kunci utama menjadi pemimpin adalah komunikasi. Setiap permasalahan tidak harus diselesaikan ke ranah hukum. Selesaikan dengan hati,” ujarnya.

    Berkat gayanya itu, SMP Negeri 03 Batu di tangannya menjelma jadi sekolah yang adem. Guru betah, murid nyaman, wali murid percaya.

    Ilmu dan pengalaman selama itu tidak ia simpan sendiri. Ia bagikan ke sesama kepala sekolah dan rekan guru di Kota Batu.

    Bahkan setelah purna tugas sebagai KS, ia tetap menjaga marwah organisasi.

    “Dampak sosial di masyarakat harus tetap dijaga. Demi nama besar PGRI – Persatuan Guru Republik Indonesia, yang tugasnya mencerdaskan anak bangsa,” pungkasnya.

    Penulis : Akasa Putra.

    Editor : Akasa Putra.

    Tinggalkan komentar